Search This Blog

Djarum Foundation & PSSI Gelar Sertifikasi Lisensi D, Diikuti 30 Pelatih

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Djarum Foundation & PSSI Gelar Sertifikasi Lisensi D, Diikuti 30 Pelatih
Oct 4th 2025, 11:33 by kumparanBOLANITA

Sertifikasi kepelatihan lisensi D Nasional yang digelar Djarum Foundation & PSSI di Kudus. Foto: Djarum Foundation
Sertifikasi kepelatihan lisensi D Nasional yang digelar Djarum Foundation & PSSI di Kudus. Foto: Djarum Foundation

Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife berkolaborasi dengan PSSI menyelenggarakan sertifikasi kepelatihan lisensi D nasional di Kudus.

Program ini berlangsung selama sepekan, 29 September hingga 5 Oktober 2025, di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Muhammad Hanafing Ibrahim—Coach Educator PSSI berlisensi AFC Pro—berperan sebagai instruktur utama.

Sertifikasi ini diikuti 30 pelatih dan guru olahraga dari berbagai sekolah. Kegiatan ini sekaligus menjadi rangkaian MilkLife Soccer Challenge (MLSC) yang sebelumnya mendapat sambutan positif di Kudus.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menjelaskan bahwa sertifikasi ini dihadirkan untuk meningkatkan kualitas pelatih, khususnya dalam membina anak-anak di level usia dini.

"Inisiasi ini berawal dari gelaran MLSC yang mendapat sambutan baik di Kudus. Kami melihat banyak guru olahraga yang belum memiliki kemampuan melatih sepak bola secara formal. Karena itu, kami berkoordinasi dengan PSSI pusat maupun Asprov Jateng dan Askab Kudus untuk mengadakan kursus lisensi D. Harapannya, program ini bisa menjadi pijakan awal bagi lahirnya lebih banyak pelatih berkualitas," ujar Teddy.

Teddy menambahkan, kegiatan ini juga diharapkan memberi dampak pada perkembangan sepak bola wanita.

"Kami berharap para pelatih yang mengikuti sertifikasi ini dapat menularkan ilmu yang didapatkan kepada anak didiknya. Dengan semakin banyak pelatih berlisensi, ekosistem sepak bola di daerah akan berkembang lebih sehat dan berkelanjutan, termasuk dalam mendukung pertumbuhan sepak bola putri yang kini juga semakin mendapat perhatian," jelasnya.

Sertifikasi kepelatihan lisensi D Nasional yang digelar Djarum Foundation & PSSI di Kudus. Foto: Djarum Foundation
Sertifikasi kepelatihan lisensi D Nasional yang digelar Djarum Foundation & PSSI di Kudus. Foto: Djarum Foundation

Materi Teori dan Praktik

Sertifikasi dibagi dalam dua sesi, teori dan praktik. Peserta mendapat pembekalan mulai dari filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia), prinsip bertahan dan menyerang, game management, hingga fase perkembangan permainan. Sementara di lapangan, materi meliputi passing & first touch, dribbling, attacking build up, defending high press, hingga football conditioning 11 v 11.

Dalam praktik, sejumlah atlet turut dilibatkan sebagai peraga. Coach Hanafing didampingi asisten pelatih Yayat R. Hidayat dan Pamungkas Yuli Kurniawan sepanjang jalannya pelatihan.

Coach Educator PSSI, Muhammad Hanafing Ibrahim, menekankan pentingnya dasar teknik dalam melatih pemain usia dini.

"Lisensi D adalah pintu masuk bagi siapa pun yang ingin serius berkarier di dunia kepelatihan sepak bola. Melalui kursus ini, para peserta dibekali pondasi dasar agar bisa melatih sesuai standar PSSI, sehingga nantinya para pemain usia dini yang mereka latih mendapatkan bimbingan yang benar sejak awal. Karena pelatih hebat akan melahirkan pemain yang hebat pula," tegas Hanafing.

Sertifikasi kepelatihan lisensi D Nasional yang digelar Djarum Foundation & PSSI di Kudus. Foto: Djarum Foundation
Sertifikasi kepelatihan lisensi D Nasional yang digelar Djarum Foundation & PSSI di Kudus. Foto: Djarum Foundation

Biaya Terjangkau

Menariknya, lisensi D yang biasanya menelan biaya hingga Rp3 juta, pada program ini hanya dikenakan Rp750 ribu. Hal ini dilakukan agar semakin banyak pelatih di Kudus bisa mengakses peningkatan kompetensi.

Salah satu peserta, Just Nurkha Habibi, guru olahraga SD Muhammadiyah Birrul Walidain, mengaku sangat terbantu dengan inisiatif ini.

"Biasanya biaya lisensi sangat mahal dan sulit dijangkau. Kalau ini harga terjangkau murah untuk ilmu yang sangat mahal. Dengan adanya program ini, kami bisa belajar langsung dari instruktur PSSI. Saya berharap ilmu yang saya dapat bisa saya terapkan di sekolah untuk membimbing anak-anak agar bermain bola dengan lebih baik dan disiplin. Selain itu juga program ini berkelanjutan dan ke depannya ada untuk lisensi C," tuturnya.

Dengan adanya sertifikasi ini, Kudus diharapkan bisa melahirkan lebih banyak pelatih berkualitas yang mendukung perkembangan sepak bola usia dini, terutama sepak bola wanita yang semakin mendapat ruang di Tanah Air.

Media files:
01k6pkvwgt3z9c7mw04y0mx8ae.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar