Sep 26th 2025, 13:13 by BASRA (Berita Anak Surabaya)
Keselamatan berlalu lintas menjadi tanggungjawab bersama, banyak faktor yang memengaruhi dalam berkendara dan menciptakan keselamatan bersama di jalan raya. Hal inilah yang diangkat dalam 'Road to safety champion, Traffic Safety Program 2025' di Surabaya.
Lima narasumber mumpuni di bidangnya hadir memberikan pencerahan kepada ratusan mahasiswa yang hadir pada kegiatan ini.
Kelima narasumber itu adalah Rouli Sijabat, Sustainability Management Manager PT Toyota Astra Motor, AKBP Galih Bayu Raditya Kasat lantas Polrestabes Surabaya, Beny Priyatna Kusumah Sustainability Division Head Astra Infra, Dani Nasirul Haqi Dosen K3 Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair, dan Fendrik Alam Pribadi Safety Riding Instructor MPM Honda Jatim mewakili AHM.
"Kecelakaan lalu lintas jumlahnya jauh lebih banyak daripada kecelakaan pesawat yang belum tentu terjadi lima tahun sekali. Laka lantas angka kematian tinggi tapi karena kejadiannya terpisah, jadi awareness-nya kurang. Padahal angka ini sangat besar," ungkap Rouli Sijabat, Jumat (27/9).
Karena itu pihaknya mengajak para mahasiswa yang hadir dalam program ini memiliki kesadaran safety.
"Bukan lagi kegiatan campaign, harus ada dampak langsung ke masyarakat, kita diskusi santai, kita bicara hal-hal yang praktis, dan kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari," paparnya.
Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya, menyampaikan pesan untuk mencegah kejadian kecelakaan yang tidak diinginkan mulai sekarang dan hal ini harus disadari oleh para mahasiswa.
Dari data yang ada prosentase angka kecelakaan di Kota Surabaya masih didominasi oleh pegawai swasta, lalu kedua mahasiswa dan ketiga adalah pelajar.
"Angka prosentase ini setiap tahun tidak berubah, karena itu safety adalah yang nomer satu, kerjakan dengan selamat atau tidak sama sekali," tuturnya.
"Hal ini dimulai dari diri kita secara pribadi dan silakan ditularkan kepada keluarga dan teman temannya," sambungnya.
Kasatlantas juga menjelaskan tentang tiga program dalam mencegah angka kecelakaan yang lebih tinggi dengan edukasi, rekayasa, dan penegakan hukum.
Sementara Beny Priyatna Kusumah, Sustainability Division Head Astra Infra, menuturkan setelah mencermati kecelakaan dengan riset sederhana yang terjadi terutama di jalan tol, ternyata 58 persen karena human factor dan berikutnya kendaraan yang tidak layak.
Dalam program Road to safety champion, Traffic Safety Program 2025 ini turut dipilih 20 mahasiswa yang diikutkan dalam pelatihan safety traffic.
Selanjutnya akan diseleksi lagi untuk dipilih 6 orang terbaik sebagai duta keselamatan lalulintas, yang akan bersama-sama ke kampus-kampus dalam program Traffic Safety 2025.
Dikatakan Rouli Sijabat, selain mendapatkan program voluntary yang bermanfaat, pihaknya juga menawarkan kesempatan magang di perusahaan bagi para 'champion', sebutan bagi mahasiswa yang terpilih menjadi duta keselamatan program Traffic Safety 2025.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar