Kasau (Kepala Staf TNI Angkatan Udara) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjon bereaksi saat doorstop di Lanud Halim, Jakarta Timur, Sabtu (13/9/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Satgas Garuda Merah Putih II TNI Angkatan Udara (AU) akhirnya tiba di Indonesia usai menjalankan misi kemanusiaan di Gaza.
Sebanyak 88 personel yang bertugas dengan tiga pesawat Hercules C-130J disambut langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (13/9).
"Siang ini kita menerima kehadiran tiga pesawat Hercules yang telah melaksanakan misi bantuan kemanusiaan ke Gaza," kata Tonny.
Satgas Garuda Merah Putih II diperkuat dengan pesawat angkut berat Hercules A-1343 mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza dari Halim Perdanakusuma, Selasa (26/08/2025). Foto: Dok. Puspen TNI
Menurut Tonny, misi bantuan kemanusiaan dimulai pada 13 Agustus dengan rute menuju Yordania. Dropping pertama dilakukan pada 17 Agustus 2025.
Sejak itu, operasi udara berlangsung hingga 28 Agustus dengan total bantuan mencapai 91,4 ton atau 520 bundel logistik yang dijatuhkan di Gaza.
"Selama di Palestina mereka tergabung dalam Solidarity Pad Operation, jadi ada 15 negara yang tergabung di dalam multinasional untuk perbantuan kemanusiaan di Gaza," ujarnya.
Pesawat menjatuhkan bantuan kemanusiaan di atas Gaza, Minggu (27/7/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS
Namun, Tonny mengungkapkan bahwa tidak semua misi bisa dijalankan sesuai rencana. "Hanya tanggal 27 dengan 28 mereka tidak bisa melaksanakan karena tidak mendapat release dari otoritas tempat," katanya.
Setelah penyelesaian dropping di Gaza, pasukan bertolak ke Kairo, Mesir, pada 7 September dengan rencana melanjutkan dropping 40 bundel logistik. Namun, izin dari otoritas setempat tidak diberikan sehingga Panglima TNI memutuskan mereka kembali ke Tanah Air pada 10 September.
Satgas Garuda Merah Putih II diperkuat dengan pesawat angkut berat Hercules A-1343 mendukung penyaluran bantuan kemanusiaan ke Gaza dari Halim Perdanakusuma, Selasa (26/08/2025). Foto: Dok. Puspen TNI
"Semua terselenggara atas kerja sama dari Kementerian Pertahanan, Kementerian Luar Negeri, dari Baznas, kemudian atas perintah Panglima TNI, TNI AU melaksanakan penerbangan di Gaza. Terima kasih juga untuk kedutaan besar yang ada di Yordania, kemudian di Mesir yang turut serta membantu mensukseskan dropping ini," ucap Tonny.
Ia menegaskan, Indonesia tetap terbuka untuk memberikan bantuan lanjutan bagi rakyat Palestina. Namun, hal itu akan sangat bergantung pada situasi keamanan dan izin dari otoritas terkait.
"Jadi pada dasarnya Indonesia sangat terbuka untuk memberikan bantuan kembali, bantuan kemanusiaan kembali ke Gaza. Hanya semua bergantung dari situasi yang ada di sana dan tentunya kami akan melaksanakan tugas ini atas perintah Bapak Presiden," tegasnya.
Suasana berlangsungnya penyambutan Satuan Tugas Merah Putih II Misi Kemanusiaan Gaza di Lanud Halim, Jakarta Timur, Sabtu (13/9/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Sebagai bagian dari penugasan akhir, perlengkapan logistik berupa 1.286 unit payung udara dan 40 bundel resmi dihibahkan kepada pihak Mesir serta Baznas di East Cairo Airbase. Hibah tersebut disaksikan Dubes RI di Kairo, Atase Pertahanan RI di Kairo, serta pejabat militer Mesir.
Pesawat Hercules dengan nomor registrasi A-1344, A-1343, dan A-1339 menempuh rute kepulangan dari Kairo ke Abu Dhabi pada 10 September, lalu ke Chennai, India, pada 11 September, transit di Banda Aceh pada 12 September, sebelum akhirnya tiba di Jakarta pada 13 September 2025.
"Sekali lagi, ini adalah komitmen bangsa Indonesia untuk ikut dalam solidaritas perjuangan kemanusiaan yang ada di teman, rekan-rekan kita, saudara-saudara kita yang ada di Gaza," pungkas Tonny.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar