Sejumlah polisi berusaha membubarkan massa yang memprotes seringnya pemadaman listrik dan kekurangan air di Antananarivo, Madagaskar, Jumat (26/9). Keadaan semakin ricuh sehingga aparat memberlakukan jam malam. Foto: Zo Andrianjafy/ReutersSelama unjuk rasa pada Kamis (25/9), massa memblokir jalan dan membawa poster unjuk rasa sambil berteriak "kami butuh air, kami butuh listrik!" Foto: Zo Andrianjafy/ReutersHuru-hara itu dimanfaatkan oleh para oknum untuk menjarah pusat perbelanjaan. Foto: Zo Andrianjafy/ReutersSelain itu, rumah dua anggota parlemen pun ikut menjadi sasaran pembakaran sehingga menimbulkan kepanikan bagi warga setempat. Foto: Zo Andrianjafy/ReutersMaka, untuk melindungi harta benda mereka, petugas keamanan mengadakan jam malam mulai pukul 19.00-05.00 waktu setempat. Foto: Zo Andrianjafy/ReutersFoto: Zo Andrianjafy/ReutersFoto: Zo Andrianjafy/ReutersFoto: Zo Andrianjafy/ReutersFoto: Zo Andrianjafy/ReutersFoto: Zo Andrianjafy/ReutersFoto: Zo Andrianjafy/Reuters
Sejumlah polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang memprotes seringnya pemadaman listrik dan kekurangan air di Antananarivo, Madagaskar, Jumat (26/9). Keadaan semakin ricuh sehingga aparat memberlakukan jam malam.
Selama unjuk rasa pada Kamis (25/9), massa memblokir jalan dan membawa poster unjuk rasa sambil berteriak "kami butuh air, kami butuh listrik!"
Huru-hara itu dimanfaatkan oleh para oknum untuk menjarah pusat perbelanjaan. Selain itu, rumah dua anggota parlemen pun ikut menjadi sasaran pembakaran sehingga menimbulkan kepanikan bagi warga setempat.
Maka, untuk melindungi harta benda mereka, petugas keamanan mengadakan jam malam mulai pukul 19.00-05.00 waktu setempat.
Para pekerja menyelamatkan barang-barang mereka dari toko-toko yang terbakar selama demonstrasi untuk mengecam pemadaman listrik dan kekurangan air yang sering terjadi di Antananarivo, Madagaskar, Kamis (25/9/2025). Foto: Zo Andrianjafy/Reuters
Tidak ada komentar:
Posting Komentar