Ilustrasi penumpang dengan sandaran kursi berada dalam posisi tegak. Foto: Shutterstock
Turbulensi masih menjadi momok bagi sebagian travelersaat naik pesawat. Namun, kamu tidak perlu khawatir, sebab turbulensi biasanya terjadi karena adanya gangguan pada aliran udara yang menyebabkan pesawat mengalami goncangan atau getaran.
Agar penerbanganmu berjalan dengan baik dan lancar, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan. Menurut seorang mantan pilot maskapai komersial, ada tiga kesalahan umum yang sering dilakukan penumpang yang membuat pengalaman turbulensi makin berisiko dan tidak nyaman.
Ilustrasi Turbulensi Pesawat Foto: Shutter Stock
Dilansir Mirror, mantan pilot berpengalaman Richard Wells, membagikan wawasan terkait keselamatan penumpang ketika pesawat mengalami guncangan di udara.
"Hanya karena lampu sabuk pengaman mati, bukan berarti penerbangan akan mulus," ujar Richard.
"Saya pernah melihat penumpang terlempar ke atas kursi, karena tidak mengenakan sabuk pengaman saat terjadi penurunan mendadak," lanjutnya.
Tetap Kenakan Sabuk Pengaman
Ilustrasi Sabuk Pesawat untuk Menghindari Goncangan dari Turbulensi Pesawat Foto: Shutter Stock
Menurut Richard, banyak penumpang yang melepas sabuk pengaman setelah lampu indikator dimatikan. Padahal, turbulensi bisa muncul tanpa peringatan, terutama jenis turbulensi udara jernih (clear air turbulence) yang tidak terdeteksi radar.
Ia merekomendasikan agar penumpang tetap mengenakan sabuk pengaman dengan longgar sepanjang duduk di kursi, karena sebagian besar cedera saat turbulensi terjadi pada mereka yang tidak mengenakan sabuk.
Berdiri atau Bergerak Saat Guncangan
Stiker berbentuk segitiga yang ada di pesawat. Foto: Shutter Stock
Kesalahan lainnya adalah bangkit dari kursi untuk ke toilet, atau membuka kompartemen kabin saat lampu sabuk menyala. Hal ini bisa menyebabkan penumpang terjatuh, menabrak orang lain, atau tertimpa barang yang jatuh dari kabin atas.
"Jika tanda sabuk menyala, jangan bangun—bahkan jika itu hanya sebentar," jelas Richard.
"Lebih baik tunggu instruksi awak kabin jika memang ada keperluan mendesak," imbuhnya.
Panik Berlebihan
Ilustrasi penumpang ketinggalan pesawat Foto: Shutter Stock
Meski turbulensi bisa terasa dramatis, Richard menekankan bahwa pesawat dirancang untuk menghadapi guncangan jauh lebih berat dari yang biasanya dirasakan penumpang.
"Turbulensi itu lebih ke ketidaknyamanan, bukan bahaya. Ketika penumpang panik atau berteriak, suasana kabin bisa makin tegang," tutur Richard.
Richard menyarankan penumpang untuk menarik napas dalam, menjaga postur tubuh tetap rileks, dan mengalihkan perhatian dengan musik, buku, atau percakapan ringan. Jika turbulensi berat terjadi, ikuti instruksi kru dan bersandar ke kursi depan dengan lembut jika diminta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar