Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan Yoon Suk Yeol menghadiri sidang kelima persidangan pemakzulannya atas penerapan darurat militer yang dilakukannya di Mahkamah Konstitusi, Seoul, Korea Selatan, Selasa (4/2/2025). Foto: Jung Yeon-je/Pool via REUTERS
Eks Presiden Korsel Yoon Suk-yeol mengajukan petisi yang menolak penangkapan dan penahanannya, dan meminta agar dirinya dibebaskan. Namun, pengadilan menolak permintaan Yoon.
Keputusan tersebut dikeluarkan Pengadilan Distrik Pusat Seoul dalam sidang yang meninjau keabsahan penangkapan Yoon dan apakah Yoon harus tetap ditangkap.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka dan catatan kasus, diputuskan bahwa permintaan itu tidak beralasan dan ditolak," kata majelis hakim, dikutip dari The Korea Herald, Sabtu (19/7).
Yoon mengajukan permohonan peninjauan kembali pada Rabu (16/7) lalu, kurang dari seminggu setelah dia ditahan di Pusat Penahanan Seoul di Uiwang atas 5 dakwaan terkait darurat militer pada Desember 2024 lalu.
Sidang yang digelar secara tertutup itu dimulai pukul 10.15 pagi dan berakhir 6 jam kemudian setelah tim pengacara Yoon dan tim penasihat khusus Cho Eun-suk menghadirkan argumen terkait mendukung dan menentang pembebasan Yoon.
Tim pengacara Yoon dilaporkan menegaskan bahwa tuntutan pidana yang dijatuhkan terhadap kliennya tidak dapat dibuktikan, dan bahwa Yoon tidak berisiko menghilangkan barang bukti.
Presiden baru Korea Selatan Yoon Suk-yeol melambai kepada para pendukungnya saat pergi setelah menghadiri upacara pelantikannya di Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, Selasa (10/5/2022). Foto: Yonhap via REUTERS
Secara khusus, tim pengacara Yoon menggarisbawahi lima dakwaan utama yang tercantum dalam surat perintah penangkapan oleh tim penasihat khusus -- termasuk dugaan pelanggaran hak-hak anggota kabinet dan dugaan pembuatan dokumen darurat militer palsu, yang sudah masuk dalam dakwaan pemberontakan yang saat ini sedang dihadapi Yoon.
Yoon juga berbicara selama 30 menit terkait kesehatannya yang memburuk.
"Kondisi hatinya sangat buruk, sehingga dia menyerahkan materi yang relevan dan menjelaskan dia kesulitan bergerak," kata salah satu pengacara Yoon, Yoo Jung-hwa, saat diwawancara wartawan.
Namun, tim penasihat khusus menegaskan Yoon perlu ditahan. Sebab, 5 dakwaan itu dapat dibuktikan dan diklasifikasikan sebagai kejahatan serius.
Lebih lanjut, mereka juga menyinggung kekhawatiran bahwa Yoon dapat mempengaruhi kesaksian saksi atau menghilangkan bukti.
Tim penasihat khusus diperkirakan akan memutuskan apakah akan melakukan upaya lain untuk memaksanya diinterogasi atau melanjutkan dakwaan tanpa interogasi tambahan.
Sejak penangkapan terakhir, Yoon telah menolak usaha tim penasihat khusus untuk menginterogasinya dan dua kali tidak hadir dalam sidang tuduhan pemberontakan. Dia bahkan mengancam memboikot semua sidang, kecuali tim Cho Eun-suk dikeluarkan dari ruang sidang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar