Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyapa para peserta isbat nikah di atas panggung saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 di alun-alun Jember, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2025). Foto: Kemensos RI
Raut wajah bahagia dari para lansia mewarnai peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 di alun-alun Jember, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2025).
Senyum semringah dan gelak tawa kian pecah saat Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan istri, Fatma Saifullah, menyapa para peserta isbat nikah di atas panggung. Sejumlah pasangan yang didandani persis pengantin baru duduk berdampingan layaknya di atas singgasana.
Didampingi Bupati Jember Muhammad Fawait dan istri, Gus Ipul pun memulai percakapan dengan gojlokan atau candaan ke para pengantin baru tapi lama ini.
"Ini isbat nikah? Manten-mantenya ketok tuwek kabeh," canda Gus Ipul disambut gelak tawa audiens dan para pengantin.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyapa para peserta isbat nikah di atas panggung saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 di alun-alun Jember, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2025). Foto: Kemensos RI
Dari hasil dialog singkat yang mayoritas menggunakan Bahasa Madura, terungkap fakta rata-rata para pengantin sudah memiliki cucu.
"Ini cucunya delapan baru kita rayakan," kata Gus Ipul dengan raut wajah heran.
Pengantin lainnya, Iwan dari wilayah Tempurejo, mengaku sudah memiliki tiga cucu. "Rasanya gimana, Pak isbat nikah, bahagia," tanya Gus Ipul yang dijawab anggukkan kepala.
Cara Gus Ipul berdialog dengan para peserta nikah serta gerak gerik para pengantin memang membuat suasana begitu hangat. Yang jelas, dengan adanya isbat nikah yang difasilitasi Kemensos, secara administratif para pasangan ini sah menikah di mata negara.
"Ibu bapak yang lagi mantenan baru, sekarang dirayakan, alhamdulillah sekarang punya surat nikah. Secara administratif tercatat. Kalau ada bantuan mudah-mudahan bisa dapat kalau penuhi kriteria. Selamat menempuh hidup baru. Sakinah mawadah warahman," ucapnya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyapa para peserta isbat nikah di atas panggung saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 di alun-alun Jember, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2025). Foto: Kemensos RI
Usai mendoakan para pengantin, Gus Ipul lantas memanggil Bupati Jember Gus Fawait. "Pak bupati mana? dikasih kado. Ini dari pak bupati ada kado satu paket doa mudah-mudahan lanjang umur sehat," kelakar Gus Ipul disambut tawa.
Dalam rangkaian acara ini, Gus Ipul bersama Bupati Jember Muhammad Fawait dan Wakil Bupati Jember Djoko Susanto juga meninjau langsung berbagai layanan sosial, termasuk layanan administrasi kependudukan gratis dan pameran kreativitas lansia.
Gus Ipul berharap seluruh program sosial lansia berbasis pada data. "Kita tak ingin ada lansia tersesat dalam sistem tapi disapa dirangkul dan dipekuk negara. Lansia bukan beban bangsa,"urainya.
Harapan tadi terkait dengan kontribusi lansia pada masa pembangunan sebelumnya. Menurut Gus Ipul, lansia menjadi guru kehidupan untuk meneruskan pembangunan selanjutnya.
"Mereka pernah kuat untuk kita, tapi kita juga harus kuat untuk mereka. Sekali lagi lansia bukan beban bangsa. Kita ingin lansia menua dengan bahagia bukan dengan air mata," sebut Gus Ipul.
Dari sisi filosofis, sebuah negara besar adalah negara yang menghormati mereka yang menua dengan bermartabat. "Mari kita menyalakan semua itu dari Jember. Kita pastikan setiap lansia disapa, didengar dan dipeluk oleh negara," ungkap Gus Ipul kembali.
Bupati Jember Gus Fawait memastikan pelayanan lansia telah berjalan berkat dukungan Kemensos. "Mulai 1 April warga Jember bisa berobat gratis. Semalam ditambahi pembangunan rumah tak layak huni. Bahkan beliau (Mensos) juga akan memberikan bantuan untuk kawasan kumuh di Jember sehingga lima tahun ke depan era Pak Prabowo dan Mensos Gus Ipul tak ada lagi kawasan kumuh di Jember," jelasnya.
Selain puncak peringatan HLUN 2025 di Jember, Kemensos juga akan melaksanakan Bakti Sosial Lansia secara serentak di berbagai daerah, bekerja sama dengan 31 Sentra/ Sentra Terpadu di lingkungan Unit Pelaksana Teknis Kemensos. Enam jenis layanan sosial diberikan langsung kepada ribuan lansia penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Layanan tersebut mencakup operasi katarak bagi 1.300 lansia di 32 kabupaten/kota, bantuan ATENSI berupa alat bantu dengar, kursi roda, dan kacamata baca untuk 6.269 lansia di 93 kabupaten/kota, serta layanan hak sipil seperti pembuatan KTP, KK, dan sidang isbat nikah bagi 500 lansia di 31 kabupaten/kota.
Di samping itu, sebanyak 1.857 lansia menerima cek kesehatan gratis di 39 kabupaten/kota, kerja bakti bersih-bersih di 500 rumah lansia, dan donor darah digelar di 31 kabupaten/kota dengan partisipasi 900 pendonor.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyapa para peserta isbat nikah di atas panggung saat peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2025 di alun-alun Jember, Jawa Timur, Sabtu (31/5/2025). Foto: Kemensos RI
HLUN diperingati setiap 29 Mei, bertepatan dengan peran penting Dr. KRT. Radjiman Wedyodiningrat, anggota tertua dalam sidang pertama BPUPKI pada 29 Mei 1945. Peringatan ini pertama kali dicanangkan secara resmi oleh Presiden Soeharto pada 29 Mei 1996 di Semarang.
Sebagai dasar hukum, pelaksanaan HLUN diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 88 Tahun 2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan, yang menjadi panduan nasional dalam perlindungan dan pemenuhan hak lansia secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Puncak peringatan HLUN 2025 di Jember menjadi wujud nyata kehadiran negara. Lewat rangkaian aksi sosial langsung, pemerintah menegaskan bahwa kebahagiaan lansia bukan hanya tanggung jawab individu atau keluarga, tapi merupakan bagian dari cita-cita kolektif menuju Indonesia yang maju dan berkeadilan sosial.
Dalam kesempatan ini Kemensos menyalurkan bantuan sembako dan nutrisi, aksesibilitas, sarana kamar, operasi katarak, layanan hak sipil, rumah sejahtera terpadu, TPPSE dan kewirausahaan lansia, serta permakanan lansia dengan total nilai Rp21.394.687.000.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar