Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Forum Bisnis Kadin Indonesia-Rusia di Hotel Raffles Jakarta, Senin (14/4/2025). Foto: Ave Airiza Gunanto/kumparan
Perjanjian dagang antara Indonesia dan Uni Eropa, atau Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA), kini memasuki tahap akhir setelah proses negosiasi selama sembilan tahun.
Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan penyebab perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) butuh waktu 9 tahun hingga memasuki tahap akhir.
Menurut Airlangga, waktu yang lama ini disebabkan oleh banyaknya negara Eropa yang harus mencapai kesepakatan dengan Indonesia.
"Ini memakan waktu panjang karena tentunya materinya kompleks dan komprehensif dan kemudian untuk mencari titik temu dengan 27 negara di Eropa ini bukan sesuatu hal yang sederhana," tutur Airlangga dalam konferensi pers Progres IEU CEPA secara virtual, Sabtu (7/6).
Sejak dimulai pada 2016, perundingan IEU CEPA telah melalui 19 putaran dan mencakup berbagai isu strategis, seperti perdagangan barang dan jasa, investasi, pengadaan publik, harmonisasi regulasi, serta kerja sama peningkatan kapasitas.
Lebih lanjut Airlangga menjelaskan lamanya waktu perundingan perjanjian dagang ini membuktikan kuatnya posisi Indonesia dalam negosiasi hingga akhirnya mencapai kesetaraan posisi pada pertemuan bilateral dengan European Union Commissioner for Trade and Economic Security Maroš Šefčovič, pada Jumat (6/06) di Berlaymont Building, Brussels, Belgia.
Dia menuturkan pentingnya untuk mencapai kesetaraan posisi antara Indonesia dengan negara-negara di Eropa. Sebab perjanjian merupakan sebuah kesepakatan yang harus disetujui bersama.
"Negosiasi berlangsung selama sembilan tahun itu menunjukkan bahwa posisi tawar Indonesia terhadap EU tetap kuat. Jadi dengan demikian kita mencapai kesetaraan posisi sampai dengan pertemuan kemarin sore," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar