Search This Blog

Karena AI, Jepang Bisa Kirim Peringatan Dini 3-5 Detik sebelum Gempa Datang

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Karena AI, Jepang Bisa Kirim Peringatan Dini 3-5 Detik sebelum Gempa Datang
May 24th 2025, 17:52 by kumparanTECH

Ilustrasi gempa bumi. Foto: Getty Images
Ilustrasi gempa bumi. Foto: Getty Images

Jepang sudah memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam sistem peringatan dini mereka. Karena AI, sistem peringatan dini Jepang, J-Alert, bisa memberikan notifikasi ke masyarakat 3-5 detik sebelum gempa mencapai wilayah tertentu di negara yang paling rawan gempa bumi di dunia itu.

Head of Center for Crisis and Resilience Studies LSPR, Muhamad Hidayat, menjelaskan hal itu dalam konferensi pers "Membangun Budaya Tangguh Bencana" di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan, pada Jumat, 23 Mei 2025. Menurut dia, sistem peringatan dini merupakan salah satu kunci mencapai budaya yang tangguh bencana. Indonesia bisa mencontoh Jepang dalam pengembangan sistem peringatan dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) RI, termasuk penggunaan AI-nya.

Menurut Hidayat, BMKG sudah mulai menerapkannya tapi masih tertinggal jika dibandingkan dengan J-Alert. "Kita masih kurang kalau dibandingkan negara-negara maju, termasuk Jepang, meski sekarang sudah menuju perbaikan," ujarnya.

Hidayat mengatakan J-Alert bisa mengirimkan peringatan ke warga beberapa detik sebelum gempa mencapai wilayah tertentu di Jepang. "Jadi, ketika sudah dilakukan edukasi ke masyarakat, mereka langsung menyelamatkan diri, dan ternyata itu sangat efektif dalam mengurangi korban jiwa," tuturnya.

Kerusakan akibat gempa di sepanjang jalan di kota Wajima, prefektur Ishikawa, Jepang pada Senin (1/1/2024). Foto: Yusuke Fukuhara/ Yomiuri Shimbun / AFP
Kerusakan akibat gempa di sepanjang jalan di kota Wajima, prefektur Ishikawa, Jepang pada Senin (1/1/2024). Foto: Yusuke Fukuhara/ Yomiuri Shimbun / AFP

Menurut Hidayat, meski hanya hitungan beberapa detik, itu berpengaruh signifikan. Apa lagi, Jepang memiliki infrastruktur yang wajib memenuhi syarat tahan gempa yang ketat. Masyarakatnya pun teredukasi dengan baik, mereka sangat disiplin mengikuti petunjuk mitigasi. "Jadi, ketika ada informasi gempa, mereka tidak lari ke mana-mana, mereka melindungi diri, fokus terhadap perlindungan yang sudah diajarkan," katanya.

Hidayat menambahkan, edukasi seperti di Jepang ini juga perlu diperkuat di Indonesia, agar selaras dengan pengembangan sistem peringatan dini. Dia mengingatkan bahwa, seperti Jepang, Indonesia berada di Cincin Api atau Ring of Fire Pasifik, kawasan di sekitar Samudra Pasifik yang dikenal dengan aktivitas gempa bumi dan erupsi gunung berapinya yang tinggi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) RI, dari 75 ribu desa di Indonesia, ada 52 ribu desa yang rawan bencana. Bahkan, 75 persen sekolah-sekolah yang dimiliki Indonesia juga berada di daerah rawan bencana.

Kata Hidayat, Indonesia merupakan "laboratorium" bencana. Ada berbagai jenis bencana yang terjadi di Indonesia, mulai dari bencana hidrometeorologi sampai bencana gempa bumi dan erupsi gunung berapi. Karena itu, menurut dia, penting bagi semua pihak membangun budaya yang tangguh terhadap bencana. Pembangunan oleh pemerintah, katanya, tidak boleh mengabaikan aspek mitigasi risiko bencana.

Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images
Ilustrasi seismograf gempa bumi. Foto: Getty Images

BMKG sendiri, dalam keterangan persnya pada 16 April 2025, menyatakan bahwa mereka tengah dalam proses implementasi System Processing (Sispro) Merah Putih. Sistem ini mengusung teknologi berbasis AI buat meningkatkan kecepatan dan akurasi informasi gempa bumi dan tsunami. Saat ini, sejumlah hal masih harus dibenahi, mulai dari spesifikasi komputer sampai proses simulasi. Meski begitu, menurut BMKG, hampir seluruh fitur utama sistem telah mencapai 100 persen.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan sistem ini telah memperhitungkan kedalaman sumber gempa sebagai salah satu dasar pemodelan tsunami, yang dalam sistem sebelumnya belum terakomodasi secara komprehensif. Kini, BMKG tengah mengembangkan Sispro tahap kedua, salah satunya memanfaatkan super komputer yang telah disiapkan khusus untuk proyek ini.

Dwikorita menegaskan Sispro Merah Putih bukan proyek instan. "Membangun sistem seperti ini adalah investasi jangka panjang dalam kemandirian dan keselamatan rakyat Indonesia," ujarnya.

Media files:
iwvhxjpeqtzfbjndr9rc.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar