Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif merilis kasus jasad bayi dibuang via ojol. Foto: Dok. Polrestabes Medan
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Gidion Arif Setyawan, mengungkap hasil autopsi jasad bayi laki-laki yang dikirim dalam bentuk paket via ojek online (ojol). Aksi pengiriman bayi ini menghebohkan masyarakat Kota Medan.
"Untuk autopsi luar (hasilnya sudah keluar), kemudian kondisi lambung sudah, sudah (keluar hasil autopsi)," kata Gidion dalam keterangannya, Rabu (14/5).
Meski begitu, Gidion belum mengungkap hasil autopsi lambung bayi ini, karena hasilnya harus dikonfirmasi kembali ke pihak forensik.
"Masih kami konfirmasi (hasilnya) karena proses melahirkan sendiri ya, karena ada resapan darah di kepala," sambungnya.
Gidion mengatakan, pihaknya akan meminta keterangan ahli terkait resapan darah tersebut untuk memastikan penyebab kematian.
"Apakah pas melahirkan jatuh atau kekerasan, itu kita konfirmasi juga. Kita minta ahli, bidan, bagaimana logika melahirkan secara mandiri," jelasnya.
Dalam kasus ini, polisi menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni Najma Hamida (21) dan Reynaldi (25). Keduanya merupakan saudara kandung sekaligus orang tua bayi tersebut.
Pelaku Najmi mulai mengandung pada Januari 2025 lalu. Lalu, Najmi melahirkan pada Sabtu (3/5). Ia melahirkan sendiri.
Najmi pun sempat merawatnya anaknya itu. Namun, pada 7 Mei, bayi laki-laki tersebut sakit dan dibawa ke RS Delima. Namun karena sang bayi prematur, pihak RS mengarahkan agar bayi tersebut dibawa ke RS Pirngadi Medan.
Lantaran tak punya data keluarga yang lengkap, Najmi membawa bayinya pulang. Pukul 23.00 WIB, bayi tersebut meninggal dunia.
Keesokan harinya, Najmi dan Reynaldi memesan aplikasi Gojek dengan memilih fitur Gosend dan mengirimkan jasad bayi tersebut dengan tujuan sebuah masjid.
Driver ojol MYA (35) mulanya tak curiga saat mengantarkan paket tersebut. Namun, saat tiba di lokasi pengantaran, penerima paket tidak memberi kabar. Selain itu, warga di sekitar lokasi menyebut bahwa penerima paket tidak tinggal di lokasi tersebut.
MYA kemudian mengecek paket tersebut dan kaget bahwa isinya adalah jasad bayi. MYA pun melapor ke Kepling (kepala lingkungan) dan polisi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar