Jan 18th 2025, 17:34, by Aditia Noviansyah, kumparanNEWS
Sejumlah warga yang terdampak erupsi Gunung Ibu berada di atas truk Korps Brimob Polda Malut menuju lokasi pengungsian saat dievakuasi di Desa Togoreba Sungi, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Sabtu (18/1/2025). Foto: ANTARA FOTO/Andri SaputraSetelah dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang berada di zona merah rawan bencana erupsi Gunung Ibu tersebut akhirnya mereka dievakuasi oleh Korps Brimob Polda Malut, Kodim 1501/Ternate ke tempat pengungsian di SD Inpres 18 Halmahera Barat. Foto: ANTARA FOTO/Andri SaputraAktivitas Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara masih berstatus Awas atau level IV yang dinyatakan oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Foto: ANTARA FOTO/Andri SaputraKepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, mengatakan aktivitas kegempaan vulkanik dangkal sebanyak 80 kali yang terjadi sepanjang hari ini atau setidaknya sampai dengan pukul 06.00 Wita. Foto: ANTARA FOTO/Andri Saputra
Personel Brimob membantu warga yang terdampak erupsi Gunung Ibu naik ke atas truk Korps Brimob Polda Malut menuju lokasi pengungsian saat dievakuasi di Desa Togoreba Sungi, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Sabtu (18/1/2025).
Setelah dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat yang berada di zona merah rawan bencana erupsi Gunung Ibu tersebut akhirnya mereka dievakuasi oleh Korps Brimob Polda Malut dan Kodim 1501/Ternate ke tempat pengungsian di SD Inpres 18 Halmahera Barat.
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, mengimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Ibu maupun wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 5 kilometer dan perluasan sektoral berjarak 6 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif Gunung Ibu.
Personel Polri membantu warga turun dari truk Korps Brimob Polda Malut setibanya di lokasi pengungsian di Desa Ake Sibu,Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Sabtu(18/1/2025). Foto: ANTARA FOTO/Andri Saputra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar