Dec 13th 2023, 21:42, by Tim Manado Bacirita, Manado Bacirita
Ilustrasi wasit
SITARO - Rekaman video amatir yang menunjukkan seorang pemain tim sepak bola di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara (Sulut), masuk ke lapangan hanya untuk melakukan tindakan brutal yakni menendang kepala wasit, viral di media sosial.
Dalam rekaman video itu terlihat seorang pemain dimasukkan pelatihnya untuk menggantikan pemain lainnya yang sedang bermain. Namun, bukannya terlibat pada pertandingan itu, si pemain yang baru masuk ke lapangan langsung berlari ke arah wasit dan langsung melompat dan menendang kepala wasit.
Seketika pertandingan langsung kacau, di mana wasit yang ditendang langsung diamankan dan dilarikan ke luar lapangan. Sementara, pemain yang melakukan aksi brutal itu juga langsung diamankan rekan-rekannya yang lain.
Aksi ini kemudian dilaporkan si wasit ke pihak kepolisian. Polres Sitaro membenarkan adanya laporan dari wasit yang terkena tendangan oleh pemain tersebut.
Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Iwan Permadi, melalui Kasat Reskrim, Iptu Rofly Saribatiang, menjelaskan wasit atas nama Androw Makahengkung (34) telah melaporkan kejadian itu dengan nomor laporan LP/B/111/XII/2023/SPKT/POLRES KEPL. SITARO/POLDA SULUT, tertanggal 10 Desember 2023.
Sedangkan terlapor, lelaki inisial M (16), warga di Kecamatan Siau Timur. Rofly menuturkan, dari laporan polisi kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (9/12) lalu.
Rofly kemudian menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Menurutnya, pelapor yang merupakan wasit dalam pertandingan sepak bola mendapatkan informasi dari pengawas pertandingan jika ada pergantian pemain.
Awalnya pergantian pemain antara nomor kostum 10 yang sebelumnya bermain, digantikan pemain dengan kostum 24, yang merupakan terlapor. Nahas, saat sudah berada di lapangan, pemain dengan kostum 24 alias M (16), bukannya bermain sepak bola, tapi langsung menuju ke wasit dan sembari melompat, dia menendang kepala wasit yang bertugas.
Wasit yang tak melihat serangan dari pelaku, langsung terjatuh ke lapangan. Dia kemudian dibantu perangkat pertandingan dan langsung diamankan oleh petugas yang sedang berjaga di lapangan.
Merasa tak terima dengan perlakuan itu, korban pun akhirnya memilih melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian untuk ditangani.
"Perkara ini masih dalam proses penyelidikan, dengan barang bukti berupa rekaman video," ujar Rofly kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar