Salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mobile di rest area. Foto: PLN
Lonjakan penggunaan kendaraan listrik pada periode mudik Lebaran tahun ini mendorong PT PLN (Persero) memperkuat berbagai aspek kesiapan operasional. Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan pengguna electric vehicle (EV) tetap merasa aman dan nyaman selama perjalanan menuju kampung halaman.
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, mengatakan sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan listrik di jalur mudik. Fokusnya tidak hanya pada penambahan infrastruktur tetap, tetapi juga layanan pendukung di lapangan.
"Selain itu, PLN juga menambah fasilitas mobile charging di titik-titik dengan potensi kepadatan tinggi sebagai langkah antisipatif," ujar Gregorius, saat dihubungi kumparan, Rabu (4/3/2026).
Salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mobile di rest area. Foto: PLN
Ia menjelaskan, fasilitas tersebut disiapkan untuk menjangkau pengguna yang mengalami kendala daya di tengah perjalanan. Unit mobile ini bersifat fleksibel dan dapat bergerak sesuai kebutuhan di lokasi prioritas.
"Sebanyak 15 unit SPKLU Mobile dan emergency disiapkan untuk membantu pengguna kendaraan listrik yang membutuhkan pengisian daya darurat maupun penanganan gangguan kapan saja sepanjang perjalanan menuju kampung halaman," katanya.
PLN juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan operasional berjalan lancar. Kerja sama dilakukan dengan pengelola rest area serta pemangku kepentingan lain di jalur utama mudik.
Salah satu Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) mobile di rest area. Foto: PLN
"Koordinasi dengan mitra pengelola rest area serta para pemangku kepentingan terkait juga terus diperkuat guna memastikan kemudahan akses dan kelancaran proses pengisian daya," lanjutnya.
Tak hanya itu, PLN mengandalkan sistem pemantauan digital untuk menjaga keandalan layanan. Sistem monitoring dilakukan secara real time agar setiap potensi gangguan dapat segera terdeteksi dan ditangani.
Petugas memandu warga mengisi daya baterai mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 379 A Tol Batang-Semarang di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/12/2025). Foto: Harviyan Perdana Putra/ANTARA FOTO
"PLN juga melakukan pengawasan melalui sistem monitoring secara real time, sehingga setiap potensi gangguan dapat direspons dengan cepat dan tepat," tutup Gregorius.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar