Presiden AS Donald Trump berjabat tangan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dalam pertemuan bilateral di Istana Akasaka di Tokyo, Jepang, Selasa (28/10/2025). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
Presiden Donald Trump mengumumkan dimulainya implementasi awal kesepakatan dagang besar antara Amerika Serikat dan Jepang. Negeri Sakura itu secara resmi mulai merealisasikan investasi tahap pertama dari total komitmen senilai USD 550 miliar untuk ditanamkan di AS.
Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai bagian dari upaya merevitalisasi basis industri Amerika, menciptakan ratusan ribu lapangan kerja, serta memperkuat keamanan nasional dan ekonomi.
"Hari ini, saya dengan bangga mengumumkan tiga proyek besar di sektor strategis: minyak dan gas di Negara Bagian Texas, pembangkit listrik di Negara Bagian Ohio, serta fasilitas mineral kritis di Negara Bagian Georgia," katanya dikutip Rabu (18/2).
Menurut Trump, pembangkit listrik di Ohio akan menjadi yang terbesar dalam sejarah, sementara fasilitas LNG di kawasan Teluk Amerika akan mendorong ekspor dan memperkuat dominasi energi AS. Sementara pembangunan fasilitas mineral kritis ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya asing.
Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan dari anggota pers di atas Air Force One dalam perjalanan kembali ke Gedung Putih pada 11 Januari 2026 di Palm Beach, Florida. Foto: Samuel Corum/Getty Images via AFP
Dia menekankan skala proyek-proyek tersebut tidak akan terwujud tanpa kebijakan tarif perdagangan yang selama ini ia dorong. Ia kembali mengaitkan kebijakan tarif dengan keberhasilan menarik investasi dan memperkuat industri domestik.
Sebelumnya Jepang diganjar tarif impor 25 persen oleh Trump. Tapi berkat negosiasi, tarif diturunkan menjadi 15 persen dengan kesepakatan investasi besar Jepang ke AS yang menurutnya menjadi kemenangan bagi negaranya.
"Amerika kembali membangun. Amerika kembali berproduksi. Dan Amerika kembali menang. Ini adalah momen yang sangat bersejarah dan menggembirakan bagi AS dan Jepang," katanya
Hingga kini belum ada rincian tambahan dari pemerintah AS maupun pernyataan resmi dari pihak Jepang terkait pelaksanaan maupun detail teknis proyek-proyek tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar