Search This Blog

Inflasi AS Melambat, The Fed Belum Mau Pangkas Suku Bunga

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Inflasi AS Melambat, The Fed Belum Mau Pangkas Suku Bunga
Feb 15th 2026, 09:24 by kumparanBISNIS

Federal Reserve. Foto: Shutterstock
Federal Reserve. Foto: Shutterstock

Indeks Harga Konsumen di Amerika Serikat naik lebih rendah dari perkiraan pada Januari 2026. Penurunan harga bensin dan meredanya inflasi sewa menahan laju kenaikan, meski tekanan harga di sektor jasa masih membayangi.

Mengutip Reuters, laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) yang dirilis Kementerian Tenaga Kerja pada Jumat menunjukkan inflasi inti justru menguat bulan lalu.

"Kenaikan ini diduga dipicu penyesuaian harga awal tahun oleh pelaku usaha untuk sejumlah barang dan jasa, mulai dari perawatan pribadi, rekreasi, tarif penerbangan hingga layanan rumah sakit," tulis Reuters, dikutip Minggu (15/2).

Kondisi tersebut dinilai belum cukup memberi alasan bagi Federal Reserve untuk segera memangkas suku bunga sebelum musim panas.

Gedung Putih menyambut baik perlambatan inflasi secara keseluruhan. Seorang juru bicara menyebut di media sosial bahwa ekonomi Amerika siap untuk melaju lebih kencang lagi melalui pemotongan suku bunga yang sudah lama ditunggu-tunggu dari The Fed.

Isu inflasi dan pasar tenaga kerja menjadi sorotan publik, terutama di tengah evaluasi terhadap kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump.

Data ini dirilis tak lama setelah laporan ketenagakerjaan menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang lebih cepat pada Januari 2026 serta penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,3 persen dari 4,4 persen pada Desember.

Ilustrasi pekerja migran. Foto: Dr David Sing/Shutterstock
Ilustrasi pekerja migran. Foto: Dr David Sing/Shutterstock

"Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa tekanan harga masih sedikit terlalu tinggi untuk saat ini, tetapi arah pergerakan inflasi terus terlihat menurun, meskipun proses ini terbukti berliku dan lambat," kata James McCann, ekonom senior, strategi investasi di Edward Jones.

"Bagi The Fed, ini mungkin tidak banyak mengubah keadaan dalam jangka pendek," imbuhnya.

Rilis data sempat tertunda akibat penutupan pemerintah federal selama tiga hari pekan lalu. Sejumlah ekonom menilai angka inflasi yang lebih rendah pada Januari juga dipengaruhi volatilitas data akibat gangguan pengumpulan harga pada periode sebelumnya.

Dari komponen pengeluaran, biaya tempat tinggal termasuk sewa serta tarif motel dan hotel naik 0,2 persen setelah melonjak 0,4 persen pada Desember. Harga makanan meningkat 0,2 persen, melambat dari 0,7 persen bulan sebelumnya.

Harga bahan makanan di toko juga naik 0,2 persen. Kenaikan harga sereal dan produk roti sebagian tertahan oleh penurunan 0,4 persen harga daging sapi dan daging sapi muda. Telur, kopi, buah-buahan, dan sayuran segar tercatat relatif lebih murah. Meski demikian, harga makanan masih naik 2,9 persen secara tahunan.

Di sektor energi, konsumen mendapat sedikit kelegaan dengan turunnya harga bensin 3,2 persen dibandingkan Desember. Tarif listrik turun tipis 0,1 persen secara bulanan, tetapi melonjak 6,3 persen dibandingkan tahun lalu, seiring meningkatnya kebutuhan daya dari pusat data untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan.

Dalam 12 bulan hingga Januari, inflasi tahunan tercatat 2,4 persen, melambat dari 2,7 persen pada Desember. Perlambatan ini sebagian dipengaruhi basis perbandingan yang lebih tinggi tahun lalu. Namun, angka inflasi yang lebih rendah tersebut dinilai belum tentu langsung terasa meringankan beban konsumen.

Media files:
01hax1ya0r1ys47wkkrzccw0d3.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar