Sejumlah warga tampak berfoto di ornamen Imlek sambil menikmati Car Free Day (CFD) di sekitar kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan
Suasana Car Free Day (CFD) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (15/1) pagi, terasa berbeda. Tak hanya dipadati warga yang berolahraga dan berekreasi, kawasan itu juga dipenuhi berbagai hiasan dan ornamen bernuansa Imlek yang menarik perhatian pengunjung.
Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi, sejak pukul 07.15 WIB cuaca terpantau cerah. Pengunjung tampak jauh lebih padat dari pekan sebelumnya.
Perpaduan CFD dan perayaan Imlek menjadikan pusat Kota Jakarta semakin semarak pagi ini.
Antusiasme warga sudah terlihat sejak pagi hari. Toto (66) bersama istrinya, Yuyun (63), warga Tanah Kusir, Kebayoran Lama, menjadi salah satu pengunjung yang rutin datang ke CFD setiap pekan.
Pagi ini, dengan sepeda tandem, keduanya menikmati suasana pagi sambil berolahraga ringan dan berjalan-jalan.
Mereka berangkat sejak sekitar pukul 06.00 WIB dengan pakaian lengkap, helm, dan tak lupa Toto dengan kacamata hitamnya. Keduanya tampak serasi mengayuh sepeda dan berfoto bersama pagi itu.
"Ya memang saya ini setiap minggu rutin ke CFD. Kalau nggak ada acara yang lebih penting, pasti setiap minggu ke sini," ujar Toto saat ditemui di lokasi.
"Sambil mengisi waktu, sambil berolahraga, ya sambil rekreasi. Ya yang murah meriah lah, yang penting senang di hati aja ya," tambah Toto.
Menurut Toto, nuansa Imlek yang hadir kali ini memberi warna baru pada CFD. Ornamen bunga-bunga hias dan dekorasi tematik menjadi latar favorit pengunjung untuk berfoto.
"Kalau ada yang baru ya cuma karena ini aja nih, ada Festival Imlek jadi kelihatan ada apa, bunga-bunga hiasan gitu. Kalau biasanya sih ya kegiatan orang berolahraga aja," ujarnya.
Tampak keduanya saling bergantian berfoto. Toto tampak mengarahkan Yuyun, istrinya, untuk berfoto, begitu pula sebaliknya.
"Di bunga sakura. Mau ke Jepang jauh, di CFD aja," kata Toto sambil tertawa.
Tak hanya warga Jakarta, CFD pagi itu juga menarik perhatian pengunjung dari luar daerah.
Sari (38), wisatawan asal Lombok, mengaku tak merencanakan kunjungannya ke CFD. Ia datang ke Jakarta untuk urusan pribadi dan menginap di kawasan sekitar Bundaran HI.
"Sebenarnya enggak direncanain, cuma kan ada urusan kemarin jadi nginep di Kempinski. Terus tante ngasih tahu paginya ada CFD, jadi ayo saja gitu," ujar Sari.
Bagi Sari, pengalaman melihat Jakarta tanpa kendaraan bermotor menjadi kesan tersendiri. Jalan protokol yang biasanya dipadati mobil dan motor berubah menjadi ruang publik yang dipenuhi pejalan kaki dan pelari.
"Worth it sih, worth it. Yang kemarin-kemarin lihatnya macet banget, rame kendaraan. Ternyata bisa kita lihat tanpa ada kendaraan, jadi ngelihatnya wow banget," ungkapnya.
Ia merasa antusias melihat suasana CFD pagi ini dan mengaku menyayangkan melewatkan kesempatan untuk bisa berlari di kawasan tersebut.
"Rame ya, di luar ekspektasi. Tapi kan CFD, kalau di daerahku itu kayak ada jualan di pinggir-pinggir jalan. Ternyata lebih banyak orang lari ya. Jadi nyesel juga kenapa nggak bawa sepatu buat lari," ungkapnya.
Nuansa Imlek juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama mereka yang berasal dari daerah yang jarang merayakan Imlek secara terbuka.
"Keren sih ya, cuma soalnya di daerah saya itu nggak ada," kata Sari.
Sari mengungkap, ornamen-ornamen yang hadir bersamaan dengan CFD kali ini tak hanya mempercantik kawasan, tetapi juga memancing rasa penasaran warga untuk datang dan menikmati suasana.
"Iya sih, saya rasa lebih tertarik. Karena pertama baru, kemudian ngelihat outfit orang-orangnya keren-keren juga ya buat lari," kata Sari.
Di tengah olahraga, jalan santai, dan foto-foto, perayaan Imlek hadir sebagai pemanis yang membuat Jakarta terasa lebih hidup dan berwarna pagi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar