Ramadan merupakan bulan yang ditunggu-tunggu umat Muslim di seluruh dunia. Selain penuh dengan keberkahan, di bulan inilah amalan-amalan baik kita insyaallah dilipatgandakan pahalanya.
Saat Ramadan, umat Muslim akan menjalani ibadah puasa di mana kita tidak akan makan dan minum setelah terbitnya fajar hingga matahari tenggelam atau ketika waktu berbuka puasa tiba.
Waktu berpuasa di dunia tidaklah sama dan berbeda-beda. Ada yang waktu berpuasanya lebih cepat ada juga yang waktu berpuasanya lebih lama.
Ilustrasi Ramadan di Timur Tengah. Foto: Noushad Thekkayil/Shutterstock
Perbedaan ini dikarenakan kondisi geografis yang berbeda-beda serta zona waktu yang berbeda. Dilansir Al Jazeera, tahun ini, mayoritas umat Muslim yang tinggal di Belahan Bumi Utara akan menjalani durasi puasa yang sedikit lebih singkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Durasi puasa diperkirakan terus berkurang hingga 2031, saat Ramadan bertepatan dengan titik balik matahari musim dingin atau hari terpendek dalam setahun.
Sebaliknya, umat Muslim yang tinggal di Belahan Bumi Selatan akan mengalami durasi puasa lebih panjang dibandingkan tahun lalu. Di sejumlah negara seperti Chile, Selandia Baru, dan Afrika Selatan, waktu berpuasa pada hari pertama dapat mencapai 14 hingga 15 jam, meski durasinya akan berangsur menurun sepanjang bulan.
Ilustrasi buka puasa bersama keluarga. Foto: Shutterstock
Sementara itu, umat Muslim di Paris, Reykjavik, hingga Nuuk memiliki durasi puasa yang lebih cepat sekitar 11-12 jam. Berbeda dengan Indonesia, di Indonesia berpuasa sekitar 13 jam 28 menit. Berikut daftarnya.
Daftar Negara dengan Puasa Terlama dan Tersingkat di Dunia 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar