Pedagang memotong daging sapi di Pasar Minggu pada Kamis (27/3). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Para pedagangdaging sudah tidak lagi mogok jualan. Mulanya, para pedagang tersebut berencana melakukan protes dengan mogok jualan pada Kamis (22/1) sampai Sabtu (22/1) imbas tingginya harga daging sapi.
Aksi mogok tersebut berhasil diredam setelah asosiasi pedagang dan pengusaha bertemu dengan perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan), Badan Pangan Nasional hingga Satgas Pangan pada Kamis (22/1). Mereka sepakat menjaga stabilitas harga dan pasokan daging sapi menjelang ramadan dan idul fitri 2026
Dalam pertemuan tersebut, disepakati harga timbang hidup sapi di tingkat feedlot senilai Rp 55.000 per kilogram dan berlaku mulai 22 Januari 2026 hingga menjelang lebaran, tanpa kenaikan harga.
Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Wahyu Purnama memastikan seluruh pedagang di bawah naungan APDI kembali berjualan.
"Mulai malam Jumat, 23 Januari 2026, pedagang daging kembali beraktivitas dan RPH siap memotong sapi," kata Wahyu melalui keterangan tertulis dari Kementan, dikutip pada Minggu (25/1).
Wahyu menegaskan jika ditemukan harga di atas kesepakatan tersebut, pedagang diminta segera melapor. "Kalau ada yang melanggar, laporkan ke saya dan akan langsung kami teruskan ke pemerintah," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI), Asnawi. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi aksi mogok berjualan setelah kesepakatan ini.
"Kalau ada pengusaha feedlot menjual di atas Rp 55 ribu per kilogram, silakan laporkan dengan bukti untuk diteruskan ke Menteri Pertanian," ungkap Asnawi.
Kementan memastikan pasokan sapi aman. Kuota impor sapi bakalan sekitar 700 ribu ekor per tahun telah disiapkan dan dialokasikan kepada sekitar 80 perusahaan penggemukan sapi. Selain itu, BUMN Pangan ditugaskan sebagai stabilisator untuk menjaga keseimbangan harga dan pasokan di tingkat konsumen.
Pemerintah menegaskan akan terus mengawal agar distribusi berjalan lancar dan masyarakat tidak terbebani lonjakan harga daging sapi menjelang ramadan dan lebaran.
Pedagang Daging Sapi Mogok Jualan, Amran Akan Cabut Izin Feedloter Nakal
Kepala Bapanas Amran Sulaiman usai Rapat Koordinasi Bapanas jelang Ramadan di Kantor Kementan, Jakarta Selatan pada Kamis (22/1/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan
Menteri Pertanian Amran Sulaiman akan menelusuri laporan aksi mogok pedagang daging sapi di Jabodetabek, termasuk melakukan penindakan kepada pihak yang melakukan permainan harga.
Berdasarkan klaim dari Ketua Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Jakarta, Wahyu Purnama, harga sapi timbang hidup dari feedloter yang terlalu tinggi menjadi salah satu penyebab mogoknya pedagang. Aksi mogok dilakukan dari Kamis (22/1) sampai Sabtu (24/1).
Dengan temuan itu, Amran akan mencabut izin feedloter yang memainkan harga jika terbukti.
"Kami sudah bahas tadi, dan bahkan tadi malam langsung kami tindak lanjuti aksi mogok. Tadi katanya menurut laporan itu harga dari feedloter, penggemukan (sapi) itu di atas harga yang telah ditetapkan, dijualkan. Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main. Aku yang cabut," kata Amran.
Meski demikian, Amran menjelaskan feedloter mengaku kepadanya bahwa harga penjualan mereka kepada pedagang dan Rumah Potong Hewan (RPH) masih di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP). Untuk itu, Amran akan melibatkan Satgas Pangan untuk melakukan penelusuran kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar