Tim SAR gabungan mengevakuasi korban bencana tanah longsor yang ditemukan di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
Bencana tanah longsor menerjang lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada Sabtu (24/1) dini hari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat ada 30 unit rumah yang terdampak, satu di antaranya rusak berat. Peristiwa yang diduga dipicu oleh hujan deras ini mengakibatkan 10 orang meninggal dunia.
Selain itu, petugas gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 82 warga yang dinyatakan hilang.
400 Warga Mengungsi
Warga korban bencana tanah longsor beristirahat di tempat pengungsian sementara di Kantor Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
BPBD juga melaporkan ada sekitar 400 warga yang telah dievakuasi ke tempat pengungsian.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jabar, Bambang Imanudin, menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat membangun titik-titik evakuasi.
"Untuk penanganan korban, kami sudah menyiapkan sejumlah pos, mulai dari pos utama hingga pos lapangan. Pos lapangan berada di bawah, termasuk di posko Basarnas," kata Bambang, Sabtu (24/1).
Bambang menambahkan, saat ini para pengungsi sangat membutuhkan bantuan logistik dasar untuk bertahan di posko penampungan sementara. Kebutuhan mendesak seperti Matras dan alas tidur, Selimut dan Bahan kebutuhan pokok (sembako).
Pemerintah Provinsi Jawa Barat disebut telah mulai mengirimkan bantuan ke wilayah terdampak untuk memastikan kebutuhan para penyintas terpenuhi selama masa tanggap darurat.
Momen KDM Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor di Cisarua Bandung Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat meninjau tanah longosor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). Foto: Abisatya/kumparan
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), hadir langsung menyambangi lokasi longsor di Lereng Gunung Burangrang, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu (24/1). Dia bahkan tampak turun langsung untuk mengevakuasi korban.
KDM tampak datang pada pukul 14.45 WIB menggunakan setelan serba putih. Ia disambut oleh para warga yang berada di sekitar lokasi dan para petugas BNPB, BPBD, Polisi, hingga TNI yang sudah berada di sana sebelumnya.
Berbekal sepatu bot di kaki, KDM menyusuri tanah longsor yang sudah menimbun rumah-rumah warga. Dia pun terlihat membantu petugas dalam mencari korban. Dalam peristiwa tersebut lebih dari 80 orang dinyatakan masih dalam pencarian.
"Saya tadi ikut mengevakuasi satu jenazah yang mengambilnya menghabiskan waktu hampir empat jam tapi bisa terangkat," ucap KDM kepada wartawan.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi usai mendatangi posko pengungsian korban longsor di Desa Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1/2026). Foto: Abisatya/kumparan
Katanya, dalam proses evakuasi tersebut, ada total enam jenazah yang ditemukan.
"Yang ditemukan tiga, tadi satu lagi (jadi) empat dan ada dua lagi tadi yang diangkat. Ada enam," jelas dia.
Usai menengok lokasi dan para korban selamat, KDM pun memutuskan, para korban selamat tidak akan dibiarkan untuk mengungsi di sekitar lokasi. Mereka akan dipindahkan ke kontrakan dan disiapkan dana Rp 10 juta per keluarga.
"Saya sudah mengambil keputusan untuk tidak berkumpul di sini. Tapi menyiapkan per keluarga Rp 10 juta untuk cari tempat kontrakan dan bekal hidup untuk dua bulan dulu," ujarnya.
"Sehingga kita akan fokus me-recovery bencananya menyelesaikan penanganan pencarian korban yang masih tertimbun," tambahnya.
Mereka pun nantinya tidak akan diizinkan untuk tinggal di sana lagi. Menurut KDM, para warga akan direlokasi.
"Direlokasi, enggak boleh lagi ada bangunan rumah di sana," ucap KDM.
Bima Arya Ungkap Arahan Prabowo soal Longsor di Bandung Barat
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penangan longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1).
Bima mengatakan Prabowo meminta agar proses pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang untuk cepat dilakukan. Selain itu, penanganan pascabencana juga harus dilakukan dengan cepat.
"Ya tentu arahan Pak Presiden untuk segera turun ke lokasi, memastikan koordinasi cepat penanganan pascabencana ya, sembari memperhatikan warga-warga yang belum ditemukan agar segera cepat dilakukan operasi pencarian," kata Bima saat mengunjungi posko pengungsian korban longsor, Sabtu (24/1).
"Dan juga warga yang terdampak ini juga diberikan atensi sesegera mungkin di sini. Sambil tentu kita waspada terhadap situasi cuaca yang hari ini masih harus kita cermati perkembangannya," kata dia.
Modifikasi Cuaca Bakal Dilakukan untuk Permudah Pencarian Korban Longsor Cisarua
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya mengunjungi posko pengungsian korban longsor cisarua pada Sabtu (24/1/2026). Foto: Abisatya/kumparan
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya, mengatakan bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan untuk mempermudah pencarian para korban.
"Memang harus diantisipasi cuaca. Saat ini kami mendapatkan laporan dari Pak Gubernur bahwa modifikasi cuaca akan dilakukan," kata Bima saat mengunjungi posko pengungsian korban longsor, Sabtu (24/1).
Modifikasi cuaca, kata Bima, akan difokuskan untuk kawasan Cisarua, khususnya area titik longsor. Cuaca kondusif diperlukan agar evakuasi dapat berjalan optimal.
Bima Arya Sebut Korban Longsor Bandung Barat Dapat Hunian Sementara 2 Bulan
Warga membersihkan puing bangunan saat mencari korban bencana tanah longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menyampaikan bahwa warga terdampak bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat akan mendapatkan insentif untuk hunian sementara selama kurang lebih dua bulan.
Hal tersebut disampaikan Bima Arya saat meninjau lokasi pengungsian korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1).
"Tapi kami mengapresiasi langkah cepat Pak Gubernur mengambil inisiatif, karena ini warga ini kan ada dua kategori . Ada yang terdampak langsung, yang rumahnya tertimbun, dan ada yang rumahnya masih ada. Pak Gubernur mengambil langkah cepat supaya tidak apa namanya… ada pengungsian di sini, mereka diberikan insentif begitu ya untuk hunian sementara selama dua bulan kira-kira," kata Bima Arya.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah akan segera mencarikan hunian sementara bagi warga terdampak untuk masa transisi sebelum ditentukan langkah lanjutan.
"Sehingga tadi saya sampaikan bahwa mereka akan sesegera mungkin mencari hunian sementara itu selama dua bulan, sebelum nanti diambil apa langkah-langkah selanjutnya. Tapi kami akan memastikan berkoordinasi terus dengan Pak Bupati apabila memang masih ada warga yang belum mendapatkan hunian sementara, tentu kita tampung tetap di lokasi ini dan apabila ada kebutuhan-kebutuhan logistik, obat-obatan, dan lain-lain," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar