Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan. Foto: Dok. kumparan
Tim SAR terus melakukan pencarian pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1), kemarin siang. Dalam pencarian hari ke-2 ini, Minggu (18/2), Tim SAR Gabungan akan fokus melakukan pencarian di Gunung Bulasaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Ratusan personel akan menyusuri setiap bagian gunung dengan ketinggian 1353 Mdpl tersebut. Hal ini dilakukan lantaran, Tim SAR meyakini keberadaan pesawat ATR tersebut berada di Gunung Bulusaraung.
Kepala Bidang Operasi SAR Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan jumlah personel yang terlibat dalam operasi hari ini mencapai 476 orang. Mereka dari berbagai unsur, baik TNI-Polri, instansi SAR, potensi SAR hingga mahasiswa.
"Untuk saat ini yang terdaftar mulai dari kemarin, tim SAR gabungan yang dikembangkan itu mencapai 476 orang," kata Andi Sultan kepada wartawan, Minggu (18/1)
Ia mengatakan, pencarian hari kedua ini akan difokuskan di Gunung Bulusaraung. Personel yang terlibat ini akan dibagi menjadi lima tim. Mereka memiliki tugas masing-masing. Mulai yang menerbangkan drone hingga evakuasi.
"Tim terbagi atas lima, dengan lima sektor yang sudah kita tentukan ABCD-nya," ungkap Andi Sultan.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian pesawat ATR 42-500 pada hari kedua di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Minggu (18/1/2026). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
Ia menegaskan penggunaan drone penting mengingat kondisi medan yang curam dan berisiko, seperti di kawasan puncak Gunung Bulusaraung.
"Untuk komunikasi kami menggunakan HT dengan memasang repeater yang sudah terpasang. Begitu juga untuk alat komunikasi yang mem-backup itu ada Starlink portabel juga kami bawa," jelasnya.
Sebelumnya, Andi Sultan menjelaskan, pencarian di Gunung Bulusaraung difokuskan karena berbagai pertimbangan atau alasan. Seperti, adanya temuan diduga serpihan dan barang lainnya yang diduga milik penumpang pesawat.
"Melihat dari informasi-informasi, baik dari Intel, teman-teman SAR dan lainnya, sehingga kami akan fokus ke sana. Juga melihat dari rute penerbangan itu sendiri," bebernya.
"Di satu sisi juga adanya percikan api yang sempat terlihat dan diambil garis lurusnya memang berada di Gunung Balasaraung. Dan juga ada kesesuai antara titik hilang kontak dengan karakteristik geografis," sambungnya.
Tim SAR gabungan melakukan persiapan sebelum memulai pencarian pesawat ATR 42-500 pada hari kedua di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Minggu (18/1/2026). Foto: Arnas Padda/ANTARA FOTO
Berdasarkan data AirNav, pesawat dilaporkan hilang kontak pada ketinggian sekitar 4.000 kaki atau kurang lebih 1.300 meter. Sementara ketinggian Gunung Bulusaraung berada di kisaran 1.300 hingga 1.500 meter di atas permukaan laut.
"Kalau kita bandingkan, ketinggiannya hampir sama," katanya.
Kendati demikian, Andi Sultan mengaku belum bisa memastikan kalau pesawat ATR berada di Gunung Bulusaraung.
"Kami belum bisa memastikan apakah temuan yang ada merupakan bagian dari pesawat atau bukan sebelum kami pastikan dengan dicek langsung atau konfirmasi dari perusahaannya," ucapnya.
Pesawat milik Indonesia Air Transport itu mengangkut tujuh kru dan tiga penumpang. Pesawat terbang dari Bandara Adisucipto Yogyakarta menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar di Maros, Sulsel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar