Menko PM Muhaimin Iskandar ketika mencicipi produk makanan SPPG di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Selasa (9/12/2025). Foto: Amira Nada/kumparan
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menyebut pemerintah tengah mempercepat distribusi pertolongan dan logistik ke wilayah Aceh. Sebab, harga bahan makanan seperti telur dan beras digambarkan melambung di tengah krisis usai banjir dan longsor.
Ketika ditanya soal kenaikan harga di Bener Meriah dan daerah sekitar, Cak Imin menyebut Presiden Prabowo Subianto telah mengerahkan seluruh jalur percepatan penanganan.
"Presiden menggerakkan semua helikopter, digerakkan untuk mempercepat distribusi dan pertolongan tanggap darurat," kata dia di TMII, Jakarta Timur, Selasa (9/12).
Menurut dia, saat ini pemerintah fokus pada percepatan suplai bantuan.
"Presiden memberikan alokasi yang semaksimal mungkin. Semua anggaran digelontorkan untuk menuju percepatan itu. Sekarang tinggal sinergi percepatannya. Bagaimana agar secepat-cepatnya tertangani," ujar Ketum PKB ini.
Cak Imin mengatakan, persoalan terjadi karena ketiadaan pasokan.
"Ya, naiknya bahan pokok itu karena enggak ada stok, kan. Jadi kebutuhan tidak ada suplai," ujar Cak Imin.
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). Foto: Dok. Pemprov Aceh
Harga Telur di Aceh Naik Tinggi
Sebelumnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau dikenal dengan Mualem meminta pemerintah pusat memberi peringatan tegas kepada pedagang sembako yang menaikkan harga secara tidak wajar di tengah bencana. Ia menyinggung harga telur yang naik tinggi.
"Ini saya lihat di semua provinsi barang kewalahan, Pak. Sembako mereka pedagang-pedagang naik sesuka hati. Ini satu telur, satu papan telur, sampai Rp 100 ribu, Pak," tutur dia dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh, Minggu (7/12).
Mualem meminta kepada Mendagri Tito Karnavian membuat suatu aturan agar pedagang tak menaikkan harga sesuka hati.
"Jadi Pak Menteri mungkin boleh membuat suatu pengumuman, amaran [teguran], bagi pedagang-pedagang yang ingkar," kata Mualem.
Mualem menilai lonjakan harga yang tidak terkendali sangat memberatkan masyarakat yang saat ini tengah berjuang memulihkan diri dari dampak bencana. Ia menegaskan bahwa pedagang modern pun tidak boleh seenaknya menaikkan harga barang kebutuhan pokok.
"Amarankan Pak, semua Alfamart, Indomaret, tidak sesekali menaikkan harga barang, kalau apa, saya copot izin, Pak, seperti itu, Pak," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar