Calon Wali Kota New York City dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, berpidato dalam sebuah rapat umum kampanye menjelang hari pemilihan, di wilayah Queens, New York City, AS, Senin (3/11/2025). Foto: Shannon Stapleton/REUTERS
Zohran Mamdani diprediksi akan memenangkan Pilwalkot New York City yang digelar pada Selasa (4/11) waktu setempat.
Selama kampanye, Mamdani menyebut dirinya sebagai sosok sosialis. Kandidat Partai Demokrat itu berjanji akan mengurangi beban biaya hidup bagi warga biasa di New York City.
Mamdani juga berjanji akan menaikkan pajak bagi orang kaya dan perusahaan besar, membekukan tarif sewa apartemen agar tetap stabil, serta meningkatkan subsidi perumahan publik.
Para pendukung kandidat Demokrat untuk wali kota New York City, Zohran Mamdani, menghadiri acara kampanye pada akhir pekan terakhir sebelum Pemilihan Wali Kota New York City 2025 di wilayah Queens, New York City, AS, Minggu (1/11/2025). Foto: Shannon Stapleton/REUTERS
Survei terakhir yang dirilis lembaga riset AtlasIntel menunjukkan Mamdani berada di peringkat pertama dengan 41 persen suara. Di bawahnya, calon wali kota independen Andrew Cuomo memperoleh 34 persen dukungan.
Sementara kandidat dari Partai Republik, Curtis Sliwa, meraih 24 persen suara. Dukungan terhadap Sliwa diprediksi akan menjadi faktor penentu dalam perebutan kursi Wali Kota New York City.
Tempat pemungutan suara (TPS) di New York City akan dibuka pukul 06.00 pagi dan ditutup pukul 21.00 waktu setempat.
Menjelang hari pemilihan, Mamdani tancap gas menggalang dukungan. Ia bahkan berkeliling ke sejumlah kelab malam saat perayaan Halloween untuk menarik simpati warga muda dan kelompok progresif — basis pendukung terbesarnya.
Jika menang, Mamdani akan menjadi pemeluk Syiah pertama yang menjabat Wali Kota New York City. Kemenangannya juga diprediksi akan menjadi simbol kebangkitan Partai Demokrat menjelang pemilu sela Kongres AS tahun depan.
Trump Melawan
Donald Trump Foto: Victor J. Blue/via Reuters
Beberapa jam sebelum TPS dibuka, Presiden AS Donald Trump yang juga berasal dari New York City, terang-terangan menyatakan dukungan kepada Andrew Cuomo.
Trump bahkan mengancam akan menahan dana federal AS jika Mamdani menang. Ia juga kerap melontarkan serangan verbal dengan menyebut pria kelahiran Uganda itu sebagai komunis.
"Jika Kandidat Komunis Zohran Mamdani memenangkan Pemilihan Wali Kota New York City, sangat kecil kemungkinan saya akan menyumbangkan dana federal—selain jumlah minimum yang diwajibkan—untuk rumah pertama saya tercinta," tulis Trump di media sosial, dikutip dari AFP.
Mamdani tak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa pemilu di New York City harus menjadi cerminan suara rakyat, bukan hasil intervensi segelintir elite politik.
"Saya pikir ini harus menjadi pesta demokrasi yang benar-benar memungkinkan rakyat Amerika melihat diri mereka sendiri di dalamnya — bukan sekadar cerminan dari segelintir orang yang terlibat dalam politik," kata Mamdani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar