Kereta cepat Whoosh melintas di Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (31/7/2025). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO
Rencana pembangunan kereta cepat Jakarta-Surabaya kembali mencuat. Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembangunan akan dilakukan.
Bahkan, Presiden Prabowo meminta perluasan pembangunan kereta cepat tidak hanya sampai ke Surabaya, melainkan bisa tembus Banyuwangi, Jawa Timur.
"Insyaallah. Saya minta bukan hanya Surabaya, tapi sampai Banyuwangi. Surabaya zaman dulu, sekarang sampai Banyuwangi," kata Prabowo usai meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru di Jakarta, Selasa (4/10).
Sebelumnya, Menko Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, menuturkan kajian mengenai kereta cepat Bandung-Surabaya terus dilakukan. Kajian tersebut juga akan didasarkan pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang sudah ada.
Menurut AHY, perpanjangan rute sampai Surabaya bukanlah sekadar kelanjutan proyek, melainkan visi besar untuk mobilitas yang lebih cepat, bersih agar Jawa terintegrasi.
Kereta cepat Whoosh, Rabu (9/7). Foto: Dok. Humas KCIC
"Untuk mewujudkannya, kami sedang menyiapkan kerangka regulasi baru. Pelajaran dari proyek Jakarta–Bandung menunjukkan bahwa regulasi kita saat ini harus diperbarui agar sesuai dengan kebutuhan sektor yang kompleks dan bergerak cepat," kata AHY dalam pembukaan Indonesia Railway Conference di JIEXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (29/7).
Dengan mempelajari kekurangan dan kelebihan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, AHY juga menuturkan diperlukan investasi yang tepat untuk melanjutkan rute sampai Surabaya. Nantinya hal ini juga akan berdampak signifikan termasuk untuk sektor industri.
"Dengan investasi yang tepat, koridor ini bisa menjadi game changer sejati. Ia akan memangkas waktu tempuh secara signifikan, meningkatkan efisiensi, dan mendorong manfaat ekonomi melalui koneksi antara kota, industri, dan pelabuhan di sepanjang Pulau Jawa," ujarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar