Search This Blog

Muncul Kerak di Kepala Bayi, Perlukah Khawatir?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Muncul Kerak di Kepala Bayi, Perlukah Khawatir?
Nov 15th 2025, 15:30 by kumparanMOM

Ilustrasi cradle cap pada bayi. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi cradle cap pada bayi. Foto: Shutter Stock

Kesehatan bayi baru lahir selalu menjadi perhatian orang tua. Dan ketika melihat ada sesuatu yang berbeda, Anda mungkin khawatir. Seperti yang dirasakan oleh pemilik akun Instagram @agnesqania, yang sempat dibuat panik lantaran melihat kepala bayinya dipenuhi kerak putih.

Bayinya yang berusia dua bulan itu terlihat tidak nyaman dengan kerak putih yang cukup tebal. Kemudian rambutnya pun dipangkas habis, sehingga area kepalanya dapat lebih mudah dibersihkan.

Dokter anaknya pun menyarankan agar rambutnya tidak perlu keramas setiap hari. Lantas, kenapa ya, kepala bayi bisa dipenuhi kerak?

Apa Itu Kerak di Kepala Bayi (Cradle Cap)?

Ilustrasi perbedaan cradle cap dan ketombe pada bayi. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi perbedaan cradle cap dan ketombe pada bayi. Foto: Shutter Stock

Menurut dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, SpA, kerak di kepala bayi atau cradle cap merupakan kondisi umum yang sering dialami bayi baru lahir. Terdapat beberapa penyebab utama yang membuat kondisi ini muncul, antara lain:

  • Produksi minyak pada kulit kepala masih tinggi, dipengaruhi oleh hormon ibu saat hamil

  • Kulit kepala bayi yang sensitif, sehingga sel kulit mati lebih mudah menumpuk

  • Jamur Malassezia yang berkembang lebih aktif pada kulit berminyak

Faktor yang Membuat Bayi Rentan Mengalami Cradle Cap

Ada beberapa kondisi yang dapat memperparah atau memicu munculnya kerak di kepala bayi:

  • Cuaca panas membuat bayi lebih mudah berkeringat sehingga kulit menjadi lembap dan kerak lebih mudah menempel

  • Penggunaan topi terlalu lama yang membuat area kepala lembap dan menumpuk serpihan kulit

Lalu, muncul mitos bahwa timbulnya kerak di kepala bayi karena kebiasaan ibu, seperti mengonsumsi makanan dan minuman tertentu hingga tidur siang. Namun,

Tapi ada mitos terkait kerak kepala yang muncul karena kebiasaan ibu. Namun, hal ini dibantah oleh dr. Aisya karena cradle cap bukanlah tanda bayi kotor dan bukan kesalahan ibu.

"Tidak ada hubungannya dengan makanan ibu, minum es, santan, atau ibu yang tidur siang. Semua itu tidak memengaruhi hormon minyak di kulit kepala bayi," jelasnya.

Lalu, mengapa ada bayi yang tidak mengalami cradle cap?

Ilustrasi menyisir rambut bayi. Foto: Shutterstock
Ilustrasi menyisir rambut bayi. Foto: Shutterstock

Menurut dr. Aisya, setiap bayi memiliki sensitivitas kulit yang berbeda-beda. Ada bayi yang kulit kepalanya tidak mudah kering, jadi aman keramas tiap hari.

Namun, ada juga bayi yang kulitnya lebih sensitif. Sehingga, bila keramas terlalu sering malah membuat kulit makin kering dan kerak lebih terlihat.

"Jadi, keramas setiap hari tidak salah, tapi tidak wajib. Yang penting adalah melihat respons kulit bayi masing-masing," ujar dr. Aisya.

Untuk mengatasi kerak di kepala baru lahir, Anda bisa memanfaatkan perawatan rumahan, antara lain:

1. Pakai baby oil atau minyak zaitun selama 15-30 sebelum mandi

2. Setelah melunak, sisir menggunakan sisir bayi secara perlahan

3. Jangan dipaksa mengelupas karena bisa menyebabkan iritasi

4. Keramas 2-3 hari sekali, tapi bisa disesuaikan dengan kondisi kulit bayi

Namun, jika kerak semakin menebal, melekat, memerah hingga ke telinga dan alis, dokter akan memberikan resep.

"Biasanya akan diberikan sampo anti-jamur ringan (ketoconazole 1%) atau krim antiinflamasi," tutup dr. Aisya

Media files:
mtrlkjyorjvmpra0wgog.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar