Search This Blog

Dokter: Penyebab Utama Stunting IUGR dan Ibu Hamil Kurang Gizi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Dokter: Penyebab Utama Stunting IUGR dan Ibu Hamil Kurang Gizi
Nov 23rd 2025, 11:00 by kumparanMOM

Ilustrasi anak stunting. Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak stunting. Foto: Shutterstock

Stunting masih menjadi tantangan kesehatan yang serius di Indonesia, dan para ahli menegaskan bahwa kondisi ini tidak muncul begitu saja. Dokter Spesialis Anak, dr. Yuni Astria, Sp.A, menjelaskan bahwa faktor risiko stunting sebenarnya telah dimulai jauh sebelum anak lahir, bahkan sejak masa pra-kehamilan.

Menurut dr. Yuni, faktor paling besar yang dapat meningkatkan risiko stunting adalah IUGR (Intrauterine Growth Restriction) atau hambatan pertumbuhan dalam kandungan. Kondisi ini menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah, baik pada kehamilan cukup bulan maupun prematur.

"Adanya IUGR maka risiko yang bisa didapatkan oleh seorang anak untuk mengalami stunting ke depannya juga lebih besar," tutur dr. Yuni dalam acara Press Conference Parenthood Institute 2025 di Jakarta Selatan, Selasa (18/11).

Dokter Spesialis Anak, dr. Yuni Astria, Sp.A, di Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan
Dokter Spesialis Anak, dr. Yuni Astria, Sp.A, di Jakarta Selatan, Selasa (18/11/2025). Foto: Eka Nurjanah/kumparan

Faktor Risiko Stunting: dari Masa Kehamilan hingga Awal Kehidupan Anak

Faktor risiko kedua adalah infeksi atau sakit berulang, termasuk penyakit kronis pada anak. Infeksi berkepanjangan dapat mengganggu penyerapan nutrisi serta menghambat pertumbuhan fisik.

Selain itu, asupan gizi yang tidak lengkap, tidak seimbang, dan tidak adekuat, juga menjadi penyebab utama lainnya. Tanpa pemenuhan gizi yang optimal, anak lebih rentan mengalami gangguan pertumbuhan.

Faktor berikutnya yang turut berperan adalah kualitas tidur dan aktivitas fisik. Kedua aspek ini memengaruhi hormon pertumbuhan dan perkembangan metabolisme tubuh.

Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan di dokter. Foto: Shutterstock
Ilustrasi ibu hamil melakukan pemeriksaan di dokter. Foto: Shutterstock

Namun, yang sering kali terabaikan, menurut dr. Yuni adalah bahwa risiko stunting sebenarnya dapat dipengaruhi sejak sebelum ibu hamil. Status gizi calon ibu harus sudah baik, lengkap, dan seimbang. Termasuk kecukupan makronutrien dan mikronutrien seperti zat besi dan vitamin D.

Selama masa kehamilan, ibu juga perlu memastikan dirinya tidak mengalami anemia defisiensi besi, kekurangan vitamin D, maupun kondisi medis lain yang dapat meningkatkan risiko komplikasi.

Ilustrasi ibu hamil minum vitamin. Foto: Shutterstock
Ilustrasi ibu hamil minum vitamin. Foto: Shutterstock

"Kondisi sakit pada saat hamil, status gizinya tidak adekuat, kemungkinan terjadinya prematur itu lebih besar, risiko pendarahannya, termasuk juga kemungkinan terjadinya risiko stunting ke depannya ya kalau kita bicara untuk jangka panjangnya," tegas dr. Yuni.

Media files:
wmekkpjpufy42ixsenu6.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar