Komunitas Sumselingo saat menggelar kegiatan perdana bertajuk 'Sumselingo Part 1: Fluency Fire Starter', Sabtu (22/11) di Kusmana Cafe Palembang.Foto : Dok. Sumselingo
Di tengah semakin pentingnya kemampuan bahasa Inggris untuk bersaing di dunia global, dua anak muda Sumatera Selatan (Sumsel) justru memulai langkah dari keresahan sederhana yakni 'Susah sekali menemukan teman berlatih bahasa Inggris tanpa takut salah'.
Dari kegelisahan itu, lahirlah Sumselingo, sebuah komunitas belajar bahasa Inggris berbasis kolaborasi dan keberanian public speaking, yang menggelar kegiatan perdana bertajuk 'Sumselingo Part 1: Fluency Fire Starter', Sabtu (22/11) di Kusmana Cafe Palembang. Acara berlangsung dari sore hingga malam hari dan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai latar belakang pemuda.
Sumselingo digagas oleh Nyayu Septia atau Septi delegasi Sumsel di Singapore Indonesia Youth Leader Exchange Program (SIYLEP) 2025, yang baru kembali dari Singapura beberapa bulan lalu. Ia diwajibkan menciptakan Post Program Innovation sebagai bentuk kontribusi bagi daerah.
Septi menggandeng Fadlu Majid delegasi Australia Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP) 2024, yang juga memiliki kebutuhan yang sama yakni ingin terus mengasah kemampuan bahasa Inggris agar tak 'karatan'.
"Belajar bahasa Inggris itu bukan tentang grammar sempurna. Tapi soal keberanian ngomong dulu," ujar keduanya dalam sesi pembukaan.
Komunitas ini bernaung di bawah PCMI Sumsel dan ditujukan khusus untuk pemuda daerah, terutama Generasi Z yang membutuhkan ruang belajar yang santai, inklusif, dan bebas dari rasa takut dihakimi.
Kegiatan perdana Sumselingo mendapat dukungan langsung dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam hal ini Asisten Deputi Standarisasi Akreditasi Sertifikasi Prasarana dan Sarana Olahraga, Cecep Sumarna yang juga sekaligus meresmikan komunitas tersebut.
"Banyak pemuda Sumsel punya potensi hebat, tapi terhalang bahasa Inggris. Sumselingo ini bisa jadi jembatan menuju dunia yang lebih luas," ujarnya.
Rangkaian kegiatan dirancang interaktif dan jauh dari konsep kelas yang kaku. Empat sesi yang disajikan yaitu :
English 101 — pematerinya, Fadlu, membagikan strategi meraih skor IELTS 7.5 dan TOEFL 627
Free Speaking — sesi diskusi hangat tentang tema yang dekat dengan Gen Z
Cultural Simulation — permainan peran yang memaksa peserta berbicara spontan
Sumselingo tidak ingin berhenti pada satu kegiatan saja. Mereka berkomitmen menghadirkan kelas online maupun offline dengan pendekatan yang menyenangkan di empat aspek diantaranya speaking, listening, reading, dan writing.
Bagi pemuda yang ingin turut ambil bagian, informasi kegiatan tersedia di Instagram @sumselingo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar