Search This Blog

SSTBS Jadi Pusat Bulky Waste Jakarta, Gandeng Komunitas dan Bank Sampah

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
SSTBS Jadi Pusat Bulky Waste Jakarta, Gandeng Komunitas dan Bank Sampah
Oct 11th 2025, 12:45 by kumparanNEWS

Petugas menggunakan alat berat mengakut sampah di pusat pembuangan sampah besar (bulky waste) di Saringan Sampah TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Petugas menggunakan alat berat mengakut sampah di pusat pembuangan sampah besar (bulky waste) di Saringan Sampah TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) bukan hanya menjadi pusat pengolahan sampah sungai di Jakarta, tetapi juga wadah kolaborasi antara pemerintah, bank sampah, dan juga komunitas daur ulang.

Fasilitas yang berlokasi di Jagakarsa, Jakarta Selatan ini telah menangani lebih dari 7.277 ton limbah sejak beroperasi.

Hal ini juga menjadikannya lokasi pengolahan sampah sungai terbesar di Indonesia dan kedua terbesar di Asia Tenggara setelah Filipina.

Koordinator Pengawas SSTBS, Adhitya Oktabery (36), menjelaskan kerja sama dengan komunitas dan lembaga pengelola sampah menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan bulky waste atau sampah besar di Jakarta.

Salah satu contohnya adalah kolaborasi dengan komunitas yang mengolah banner bekas kampanye menjadi produk kerajinan tangan.

Adhitya Oktabery (36), pengawas di Saringan Sampah TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Adhitya Oktabery (36), pengawas di Saringan Sampah TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

"Kita pernah di beberapa waktu yang lalu, contohnya, kan, termasuk untuk banner-banner bekas kampanye, kan, itu termasuk salah satu jenis bulky juga, ya, karena memang sulit untuk melakukan pembuangan," jelas Adhit saat ditemui kumparan di lokasi, Sabtu (11/10).

"Karena di Bantargebang sendiri pun itu nggak diterima bahan vinyl dan banner. Nah, akhirnya di tahun 2024, pasca-kampanye, semua banner-banner partai dikumpulkan di SSTBS. Itu diambil oleh komunitas RnD sebagai komunitas yang melakukan pengolahan sampah-sampah banner yang nantinya akan dicetak jadi kerajinan tangan," tambahnya.

Menurutnya, kolaborasi semacam ini menjadi bentuk nyata dari pendekatan circular economy. Pihaknya pun membuka peluang kerja sama dengan berbagai komunitas yang memiliki inisiatif dalam pemanfaatan kembali limbah.

"Jadi dari Dinas Lingkungan Hidup sendiri pun tidak menutup kemungkinan bisa bekerja sama dengan komunitas atau pun badan yang melakukan pengolahan sampah, yang di mana mereka ingin melakukan pemanfaatan sampah tersebut," tambahnya.

Tangani 7 Ribu Ton, Jadi Pengolahan Sampah Sungai Terbesar di Indonesia

Petugas menggunakan alat berat mengakut sampah di pusat pembuangan sampah besar (bulky waste) di Saringan Sampah TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Petugas menggunakan alat berat mengakut sampah di pusat pembuangan sampah besar (bulky waste) di Saringan Sampah TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Selain mengelola sampah besar, SSTBS juga berperan penting dalam penyaringan dan pengolahan sampah sungai. Adhitya menyebut lokasi ini menjadi titik strategis pertama dalam sistem pengendalian sampah sungai di Jakarta.

"Kalau untuk penanganan sampah, karena kebetulan untuk Saringan Sampah TB Simatupang saat ini menjadi lokasi penanganan sampah sungai pertama yang ada di Jakarta. Karena kalau dulu kita mungkin berpatokannya, berporosnya dengan Manggarai. Sedangkan Manggarai sendiri itu, kan, langsung bersandingan dengan pusat pemerintahan, ya, Istana," ujarnya.

Sejak tahun 2023, SSTBS telah menjadi lokasi ring satu dalam sistem pengelolaan sampah sungai Jakarta. Namun, di balik pencapaian besar tersebut, Adhitya tak menampik adanya tantangan lapangan yang cukup berat.

"Nah, jadi dimulai tahun 2023, Jakarta sudah mempunyai ring satu untuk penanganan sampah sungai di lokasi Saringan Sampah TB Simatupang. Tantangan terbesarnya di sini satu, mental," kata Adhit.

"Yang kedua, memang kita harus siap jam berapa pun kami dibutuhkan, kami harus siap. Makanya di situ ada bahasanya 24 jam," tambahnya.

Berdasarkan data internal, total sampah yang telah ditangani SSTBS mencapai 7.227.698 kilogram atau setara dengan 7.277 ton. Jumlah ini mencakup berbagai jenis sampah, termasuk hasil penyaringan sungai dan pengumpulan bulky waste.

"Saya buka data. Total sampah yang sudah ditangani di Saringan Sampah TB Simatupang sebanyak 7.227.698 kilogram sampah. Secara tonase, besarannya 7.277 ton sampah yang sudah ditangani," ungkap Adhitya.

Suasana pusat pembuangan sampah besar (bulky waste) di Saringan Sampah TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Suasana pusat pembuangan sampah besar (bulky waste) di Saringan Sampah TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Selain melalui pengangkutan oleh pihak kecamatan, masyarakat juga diperbolehkan membawa sampah besar langsung ke lokasi SSTBS, selama mengikuti jam operasional dan prosedur penimbangan.

"Kalau untuk mereka datang ke sini sendiri, sebenarnya bisa aja. Tetapi, yang kita hindarkan kalau mereka langsung datang ke sini, untuk apa program ini dibuat? Itu sih yang pertama," jelas Adhit.

"Tapi sebenarnya enggak ada dasarnya mereka dilarang, enggak ada. Boleh-boleh aja, sah-sah saja. Daripada mereka buangnya sembarangan, ya, alangkah baiknya mereka datang ke sini," tambahnya.

Ia menambahkan, pembatasan waktu operasional dilakukan untuk memastikan setiap sampah yang masuk bisa tertimbang dan tercatat dalam laporan resmi ke Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

"Tapi kalau untuk persyaratannya sendiri untuk melakukan pembuangan di sini, kita jam operasional di jam 07.30 WIB sampai jam 16.00 WIB," ungkap Adhit.

"Kenapa harus kita batasi? Karena setiap volume sampah yang masuk ke sini wajib tertimbang. Karena itu nanti akan jadi acuan untuk laporan kami ke pihak Dinas Lingkungan Hidup dan akan menjadi bahan laporan mereka ke pimpinan pusat DKI," lanjutnya.

Dengan dukungan fasilitas alat berat yang lengkap dan tenaga kerja yang siaga 24 jam, SSTBS kini menjadi proyek unggulan pengelolaan sampah sungai di Indonesia.

"Secara alat memang kita sangat memadai, makanya kita ini sekarang jadi tempat penanganan sampah sungai terbesar di Indonesia. Bahkan di Asia Tenggara, kita nomor dua setelah Filipina," pungkasnya.

Media files:
01k78gws78c7vfhpg94h0mqknv.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar