Rekening dormant dapat mencerminkan perilaku nasabah. Foto: Shutterstock
Dalam ekosistem perbankan modern, data transaksi nasabah merupakan informasi berharga. Dari data inilah bank dapat memahami perilaku keuangan, preferensi, hingga kebutuhan baru yang mungkin belum terjawab.
Salah satu indikator yang menarik untuk diperhatikan adalah fenomena rekening dormant. Rekening yang tidak lagi aktif dalam jangka waktu tertentu bukan sekadar "rekening yang terlupakan", melainkan bisa mencerminkan dinamika perilaku finansial nasabah, pergeseran pola transaksi, serta peluang inovasi bagi bank.
Apa Itu Rekening Dormant dari Sisi Perilaku Finansial
Secara umum, rekening dormant adalah rekening tabungan atau giro yang tidak aktif digunakan oleh nasabah dalam kurun waktu tertentu, biasanya antara 3 hingga 12 bulan, tergantung kebijakan bank.
Dari sudut pandang perilaku finansial, dormansi merefleksikan adanya penurunan intensitas transaksi atau bahkan perubahan tujuan keuangan yang mendasari pembukaan rekening tersebut.
Misalnya, seorang nasabah membuka rekening khusus untuk kebutuhan pendidikan anak. Setelah biaya pendidikan selesai ditunaikan, rekening tersebut mungkin tidak lagi dipakai.
Begitu pula dengan rekening yang dibuka untuk keperluan perjalanan, bisnis sementara, atau tabungan proyek tertentu. Ketika tujuan tercapai, aktivitas menurun, lalu rekening masuk kategori dormant.
Dengan kata lain, dormansi bisa menjadi "jejak" dari siklus hidup tujuan keuangan seseorang.
Faktor-Faktor Lain yang Membuat Rekening Menjadi Dormant
Fenomena dormansi dapat dipicu oleh beragam faktor, baik yang bersifat personal maupun eksternal:
Perubahan kebutuhan atau tujuan keuangan: Setelah tujuan spesifik tercapai, rekening tidak lagi relevan.
Kelalaian atau lupa: Nasabah mungkin memiliki banyak rekening dan hanya fokus pada satu rekening utama.
Biaya administrasi: Potongan bulanan yang terlalu besar membuat nasabah enggan menggunakan kembali rekening tersebut.
Intervensi bank: Aktivitas yang dianggap mencurigakan dapat menyebabkan bank menonaktifkan sementara rekening.
Kombinasi faktor-faktor ini menjelaskan bahwa dormansi bukan sekadar hasil dari "tidak digunakan", tetapi bagian dari dinamika konsumsi dan manajemen finansial yang berubah.
Dormansi sebagai Data Perilaku Finansial Nasabah
Bagi perbankan, data dormansi adalah salah satu sumber insight yang dapat memberikan indikasi perilaku tertentu dari nasabah. Rekening yang tidak aktif dapat menunjukkan bahwa:
Nasabah mengalami pergeseran kebutuhan finansial, seperti berpindah dari menabung ke investasi.
Dormansi bisa menjadi sinyal adanya risiko tertentu, baik dari sisi penyimpangan transaksi maupun keperluan rekonsiliasi data nasabah untuk kepatuhan.
Dengan analisis yang tepat, bank dapat memetakan tren ini untuk menyusun strategi yang lebih sesuai dengan profil dan kebutuhan nasabah.
Pergeseran dari Transaksi Tunai ke Digital
Salah satu penyebab paling dominan meningkatnya rekening dormant adalah transformasi digital dalam perbankan.
Dengan hadirnya dompet digital, QRIS, dan mobile banking, pola transaksi bergeser ke ranah digital. Nasabah yang belum mengadopsi layanan tersebut biasanya tidak lagi rutin memakai rekening, hingga akhirnya tercatat tidak aktif.
Fenomena ini juga mencerminkan bagaimana perilaku transaksi masyarakat berevolusi. Jika dahulu transaksi dilakukan melalui teller atau ATM, kini cukup lewat ponsel. Pergeseran ini bukan sekadar tren teknologi, melainkan perubahan mendasar pada cara nasabah berinteraksi dengan institusi keuangan.
Analisis Dormant sebagai Insight bagi Bank
Bank tidak bisa memandang rekening dormant sebagai sekadar masalah administrasi. Justru, dormansi adalah "peta" untuk membaca dinamika pasar. Beberapa manfaat analisis dormant antara lain:
Mengidentifikasi kebutuhan baru: Dormansi dapat menunjukkan bahwa produk lama kurang relevan, sehingga perlu inovasi baru yang lebih sesuai.
Strategi retensi: Bank bisa menyiapkan program reaktivasi, promo, atau produk alternatif bagi nasabah yang akunnya dorman.
Peningkatan manajemen risiko: Dengan mendeteksi potensi penyalahgunaan sejak dini, bank dapat memperkuat perlindungan data dan dana nasabah.
Dasar kebijakan: Data dormansi bisa dipakai untuk menyusun regulasi internal terkait perlindungan nasabah dan kepatuhan otoritas.
Dengan kata lain, rekening dormant adalah sumber data strategis yang jika dikelola dengan baik, bisa mendukung pengambilan keputusan bisnis.
Relevansi Dormant Dalam Inovasi Layanan Perbankan
Fenomena dormansi justru membuka ruang inovasi. Bank dapat merancang layanan baru yang lebih adaptif terhadap pola hidup digital, misalnya:
Integrasi rekening dengan dompet digital agar saldo di rekening tetap relevan untuk transaksi sehari-hari.
Produk tabungan fleksibel yang bisa menyesuaikan dengan tujuan jangka pendek maupun panjang.
Layanan edukasi finansial berupa notifikasi atau pengingat bagi nasabah agar tetap mengelola rekeningnya secara aktif.
Peningkatan pengalaman digital sehingga nasabah merasa lebih praktis dan efisien menggunakan rekening.
Pengalaman mobile banking yang unggul agar rekening tetap aktif karena nasabah merasa lebih praktis bertransaksi.
Salah satu contoh nyata inovasi ini adalah BRImo, aplikasi mobile banking dari BRI. BRImo tidak hanya memungkinkan transaksi dasar seperti transfer, pembayaran, dan top-up, tetapi juga menghadirkan fitur-fitur yang mendukung gaya hidup digital nasabah.
Dengan BRImo, rekening yang sebelumnya berisiko dormant bisa tetap aktif karena nasabah memiliki banyak pilihan aktivitas finansial langsung dari genggaman tangan.
Selain itu, nasabah BRI tidak perlu khawatir jika rekeningnya sudah dormant. Proses aktivasi kembali dapat dilakukan langsung melalui BRImo tanpa perlu datang ke kantor cabang, sehingga lebih praktis, cepat, dan sesuai dengan kebutuhan era digital.
Integrasi QRIS, manajemen tabungan, pembelian produk keuangan, hingga berbagai layanan lifestyle membuat BRImo relevan bagi generasi muda maupun pengguna yang terbiasa serba digital. Kehadiran BRImo memperlihatkan bagaimana bank dapat menjawab tantangan dormansi sekaligus meningkatkan engagement nasabah.
Rekening dormant bukanlah sekadar konsekuensi administrasi dari rekening yang tidak digunakan. Dormansi adalah refleksi dari perjalanan finansial nasabah, mulai dari tercapainya tujuan keuangan, perubahan gaya hidup, hingga pergeseran ke layanan digital.
Bagi bank, fenomena ini seharusnya dipandang sebagai peluang, bukan hambatan. Dengan analisis data dormansi, bank bisa merancang produk baru, memperkuat strategi retensi, serta meningkatkan manajemen risiko.
Kehadiran BRImo menjadi bukti bahwa inovasi digital dapat menghidupkan kembali interaksi nasabah dengan rekening mereka.
Di era perbankan modern, rekening dormant tidak lagi hanya "rekening yang diam", melainkan cermin perubahan perilaku finansial yang bisa menjadi titik awal lahirnya layanan perbankan yang lebih relevan, praktis, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Apabila Anda memiliki pertanyaan atau mengalami kendala dalam proses mengaktifkan rekening dormant, Anda dapat langsung menghubungi Contact Center BRI di 150007, chat WhatsApp Sabrina di 08121214017, atau kunjungi unit kerja BRI terdekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar