Sejumlah warga berjalan di dekat bangunan yang hancur akibat gencatan senjata Hamas-Israel di Jabalia, Jalur Gaza, Selasa (21/1/2025). Foto: Dawoud Abu Alkas/REUTERS
Hamas angkat bicara terkait perintah Presiden Donald Trump agar Israel menghentikan serangan ke Gaza, Jumat (3/10). Hamas sebelumnya menyatakan siap melepaskan sandera dan mengakhiri perang.
"Pernyataan Presiden Trump tentang penghentian segera pemboman Israel di Jalur Gaza sangat menggembirakan," ujar juru bicara Hamas, Taher al-Nunu kepada AFP.
"Hamas siap untuk segera memulai negosiasi guna mencapai pertukaran tahanan, mengakhiri perang, dan memastikan penarikan tentara (Israel) dari Jalur Gaza," tambahnya.
Terpisah, Hamas lewat pernyataan resminya menegaskan mereka akan segera melepaskan sandera Israel yang berada di Gaza.
Adapun Trump dalam pernyataannya menyebut percaya Hamas siap memelihara perdamaian. Oleh sebabnya, Israel harus menghentikan serangan ke Gaza yang sudah menewaskan puluhan ribu orang.
"Israel harus segera menghentikan pengeboman Gaza, agar kita dapat membebaskan para sandera dengan aman dan cepat!" tulis Trump di platform Truth Social miliknya.
"Kami sudah berdiskusi mengenai detail yang akan diselesaikan. Ini bukan hanya tentang Gaza, ini tentang perdamaian yang telah lama dinantikan di Timur Tengah," sambung Trump.
Menanggapi permintaan Trump, Pemerintah Israel menegaskan siap bekerja sama dengan AS untuk mengakhiri perang.
Kondisi di Gaza
Laporan penduduk di Gaza usai permintaan Trump, Israel masih menyerang kawasan tersebut. Daerah yang disasar termasuk Jalan Talateeni.
Jalan itu adalah kawasan utama di Gaza City, yang menjadi target serangan Israel beberapa pekan terakhir.
Saksi mata lainnya menyebut, Israel malah mengintensifkan serangan ke Gaza City usai Hamas mengumumkan siap menghentikan perang.
Serangan juga terjadi di Khan Younis pada Jumat ini. Tetapi belum dilaporkan adanya korban pada serangan di Khan Younis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar