Search This Blog

Polisi Sulit Identifikasi Korban Ponpes Ambruk Sidoarjo: Belum ber-KTP

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Polisi Sulit Identifikasi Korban Ponpes Ambruk Sidoarjo: Belum ber-KTP
Oct 4th 2025, 12:51 by kumparanNEWS

Foto udara tim gabungan melintas di bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (1/10/2025). Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO
Foto udara tim gabungan melintas di bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (1/10/2025). Foto: Umarul Faruq/ANTARA FOTO

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur telah mengambil sampel DNA 9 jenazah korban ambruknya bangunan Ponpes Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo untuk dicocokan dengan pihak keluarga. Saat ini sudah ada 57 pihak anggota keluarga yang telah diambil sampel DNA.

Kaur Kesehatan Kamtibmas Subdit Dokpol Biddokes Polda Jatim, Kompol Naf'an, mengatakan sejauh ini belum ada kecocokan identifikasi dari ke-9 jenazah itu. Sebab, ada beberapa kesulitan yang dihadapi oleh tim DVI maupun inafis dalam penanganan kali ini.

"Tingkat kesulitannya adalah di antaranya rata-rata belum berKTP. Sehingga kalau sebagai pembanding korban adalah kita berusaha meminta apakah itu rapot, apakah itu ijazah yang dipunyai. Yang ada cap jempol maupun sidik jarinya dari tiga jari," kata Naf'an di posko BNPB sekitar Ponpes Al-Khoziny, Sabtu (4/10).

"Tetapi itu juga ada tingkat kesulitannya. Beberapa yang kami terima itu, karena tinta nya terlalu tebal tidak bisa dengan jelas dan dirumus oleh tim inafis juga kesulitan," lanjutnya.

Petugas dari Biddokkes Polda Jatim mengambil sampel DNA keluarga korban bangunan yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/10/2025). Foto: Juni Kriswanto/AFP
Petugas dari Biddokkes Polda Jatim mengambil sampel DNA keluarga korban bangunan yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (2/10/2025). Foto: Juni Kriswanto/AFP

Kemudian, kesulitan lainnya yakni terjadi pembusukan jenazah. Sehingga, sidik jari para korban sulit untuk diidentifikasi karena peristiwa terjadi sudah hampir seminggu sejak kejadian.

"Di samping itu korban juga sudah terjadi pembusukan. Tingkat kesulitan beliaunya mengambil sidik jari jenazah untuk dirumus jadi kesulitan. Jadi kira-kira demikian," ucapnya.

Untuk itu, kata dia, pihak Biddokkes Polda Jatim membuat grup informasi bagi pihak keluarga yang melapor ke pos antemortem.

"Memang banyak pertanyaan setelah kami tanya apakah bapak ibu yang kemarin melapor, ternyata tidak. Jadi rata-rata yang memberikan komplain dan lain-lainnya adalah saudara-saudara lainnya yang bukan ortu kandungnya langsung meminta informasi dan lain sebagainya padahal sudah dijelaskan kepada pihak ortu yang kami data. Kalau ada info apa pun ada di grup," katanya.

Saat ini, total keseluruhan korban yang telah dievakuasi 117 orang. 103 selamat dan 14 dinyatakan meninggal dunia. Sementara, 49 masih dalam pencarian.

Diketahui, bangunan Ponpes Al-Khoziny ambruk pada Senin (29/9). Ketika itu, para santri melaksanakan salat Ashar sekitar pukul 15.00 WIB di bangunan itu.

Media files:
01k6g8yb1k7226msg7cywrry90.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar