Search This Blog

Menyesalnya Farida, Abaikan Benjolan Hingga Divonis Kanker Payudara Stadium 2B

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Menyesalnya Farida, Abaikan Benjolan Hingga Divonis Kanker Payudara Stadium 2B
Oct 6th 2025, 10:36 by BASRA (Berita Anak Surabaya)

Farida (paling kiri, topi pink). Foto: Masruroh/Basra
Farida (paling kiri, topi pink). Foto: Masruroh/Basra

Senyum ramah selalu diperlihatkan saat berbincang dengan orang sekitarnya. Tak jarang, ia akan tertawa disela obrolan dengan lawan bicaranya. Di balik keramahannya, perempuan bernama Farida itu sejatinya adalah pejuang kanker payudara.

"Tahun 2015 saya divonis kanker payudara stadium 2B," ujar Farida saat dijumpai Basra disela kegiatan Indonesia Goes Pink 2025 di Surabaya, Minggu (5/10) pagi.

Perempuan tinggi semampai ini lantas bercerita awal mula dirinya divonis kanker payudara. Setahun sebelumnya Farida menemukan benjolan di payudara. Namun memilih mengabaikannya.

"Karena saya tidak merasakan sakit dan aktivitas sehari-hari saya juga tidak terganggu. Ya sudah saya abaikan saja (benjolan) itu," kenangnya.

Namun Farida mengaku mulai tak kenang saat benjolan itu tak juga hilang. Alih-alih hilang, benjolan itu justru makin membesar.

Dari situlah Farida memutuskan memulai memeriksakan diri. Dari serangkaian pemeriksaan yang dijalani, Farida didiagnosis kanker payudara. Bahkan untuk mencari second opinion, Farida juga memeriksakan diri ke Singapura.

"Periksa di sini (Indonesia) hasilnya saya kanker payudara. Kemudian saya cari second opinion di Singapura, hasilnya juga sama, saya kanker payudara stadium 2B," tutur Ketua Indonesia Goes Pink (IGP) 2025 ini.

Merasa stadium yang didapat sudah dirasa lanjut, Farida pun berpacu dengan waktu. Serangkaian pengobatan medis dijalani perempuan berusia 57 tahun itu agar bisa sembuh dari kanker payudara.

"Saya sudah abai pada gejalanya, maka saya tidak boleh abai untuk berobat," tegasnya.

Perempuan yang tergabung dalam komunitas Lovepink itu merasa menyesal telah mengabaikan benjolan yang ditemukan di payudara. Jika saja ia lebih peduli, maka stadium yang didapat pastinya akan lebih dini. Demikian yang ada di benak Farida kala itu.

"Apalagi saya ada faktor genetik. Keluarga saya ada yang kena kanker payudara, harusnya saya bisa lebih aware," sesalnya.

Tak ingin apa yang dialami juga diderita oleh banyak perempuan lainnya, Farida kini getol menyuarakan deteksi dini kanker payudara. Farida tak menampik jika sampai detik ini banyak perempuan di Indonesia masih takut melakukan deteksi dini kanker payudara.

"Masih takut periksa untuk deteksi dini karena takut nanti hasilnya positif kanker payudara. Padahal kalau terdeteksi sedini mungkin maka pengobatan yang dijalani juga akan lebih ringan dan tidak memakan waktu panjang," jelasnya.

Di bulan Oktober ini yang diperingati sebagai Bulan Peduli Kanker Payudara, bersama gerakan Indonesia Goes Pink 2025 yang digagas Lovepink, Farida aktif mengampanyekan deteksi dini kanker payudara.

Media files:
01k6vs9sa378wjwc6x01nqtmy1.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar