Delegasi RI di GSF, Muhammad Husein, berlabuh di Siprus. Foto: Dok. IGPC
Kapal yang ditumpangi delegasi Indonesia, Muhammad Husein, akhirnya tiba di Perlabuhan Larnaca, Siprus, Kamis (2/10) malam waktu setempat. Sebelumnya, kapal bernama Summertime-Jong yang berisi 21 relawan global itu menghindari kepungan Israel di perairan internasional, tepatnya di dekat perairan Gaza.
Menurut Husein, sejumlah aktivis yang bersama dirinya di kapal mulai berpencar usai tiba di Siprus. Mereka, kata Husein, memiliki paspor yang bisa masuk ke Siprus tanpa visa.
"Sementara sebagian lain masih menanti di kapal, masih harus stand by di kapal karena ketiadaan visa atau tidak bisa masuk karena visanya terbatas," tutur Husein dalam video yang diterima kumparan, Jumat (3/10).
Delegasi RI di GSF, Muhammad Husein berserta rombongan berlabuh di Siprus. Foto: Dok. IGPC
Husein mengatakan, dia jadi salah satu orang yang tetap bertahan di sekitar pelabuhan. Menurutnya, dia masih menunggu pemerintah Indonesia dalam mengurus kepulangannya.
"Saya salah satu penumpang yang harus stay malam hari ini di kapal sampai pengurusan [dokumen] selesai, yang dilakukan oleh embassy dari Roma yang sudah datang ke Siprus untuk mengurus masalah kepulangan saya ke Indonesia," ujarnya.
Tangkapan layar dari rekaman video langsung menunjukkan awak Armada Global Sumud duduk di atas kapal Aurora yang menuju Gaza, Rabu (1/10/2025). Foto: Global Sumud Flotilla/Handout via REUTERS
Sebelumnya, kapal-kapal Global Sumud Flotilla (GSF) diserang Israel pada Rabu (1/10) sekitar pukul 20.30 waktu Gaza. Delegasi Indonesia, Muhammad Husein, yang ikut dalam misi kemanusiaan melaporkan kapal yang ditumpanginya kini menjauhi kepungan Israel.
Menurut Husein, kapal yang ditumpangi olehnya adalah kapal observer bernama Summertime - Jong. Sejak awal, kapal tersebut memang difungsikan sebagai kapal observer (pengamat) yang memantau pergerakan kapal-kapal di depannya.
"Kita bergerak menuju wilayah yang lebih aman. Untuk membawa dokumentasi serta semua berkas-berkas yang sudah kami kumpulkan selama membersamai kapal-kapal ini, untuk kita kumpulkan kemudian kita akan jadikan barang bukti dalam upaya peradilan internasional." kata Husein dalam keterangan yang diterima kumparan, Kamis (2/10).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar