Tak jauh dari Gate Hijau Sirkuit Mandalika, berdiri Museum Mandalika yang kini menjelma sebagai ikon baru kawasan balap internasional tersebut. Kehadirannya bukan sekadar tempat singgah, melainkan destinasi wisata edukatif yang memadukan dunia otomotif, pengalaman interaktif, serta kekayaan budaya lokal Lombok.
Museum ini dirancang untuk membawa pengunjung masuk ke dalam atmosfer balap kelas dunia. Di zona garasi MotoGP, pengunjung bisa melihat replika detail pit stop layaknya tim balap profesional. Sensasi adrenalin semakin lengkap dengan hadirnya simulator balap berteknologi tinggi, yang memungkinkan siapa saja merasakan tantangan mengendalikan motor di lintasan Mandalika maupun sirkuit legendaris dunia.
Tak ketinggalan, museum juga menghadirkan koleksi khas VR46 ikon MotoGP Valentino Rossi yang selalu menjadi daya tarik bagi para penggemarnya. Merchandise, memorabilia, hingga replika motor The Doctor disajikan untuk menghidupkan nostalgia dan kebanggaan bagi para penikmat balap.
Namun Museum Mandalika tidak hanya berfokus pada olahraga otomotif. Di dalamnya juga terdapat ruang khusus yang memperkenalkan tradisi, seni, dan kerajinan Lombok. Mulai dari kain tenun songket, musik tradisional, hingga kisah-kisah lokal yang melekat dengan identitas NTB, semuanya dipadukan dengan konsep modern yang atraktif.
Dengan keberadaan museum ini, kawasan Mandalika tidak hanya menjadi destinasi balap internasional, tetapi juga ruang edukasi dan hiburan keluarga. Para penonton MotoGP maupun wisatawan umum kini memiliki alternatif baru untuk menikmati pengalaman yang berbeda sebuah perpaduan unik antara adrenalin sirkuit dan kekayaan budaya Nusantara.
Sejumlah pengunjung melihat koleksi yang dipamerkan di museum MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (4/10/2025). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar