Gempa bumi besar mengguncang wilayah selatan Filipina pada Kamis (10/10/2025), menewaskan sedikitnya delapan orang dan memicu peringatan tsunami di sejumlah provinsi pesisir. Foto: JAM STA ROSA / AFPGetaran kuat yang terjadi dalam selang beberapa jam itu menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah warga, merusak fasilitas umum, dan memicu kepanikan massal di Pulau Mindanao. Foto: JAM STA ROSA / AFPDi Manay, Provinsi Davao Oriental, puluhan warga terlihat memeriksa rumah mereka yang hancur pada Jumat (11/10/2025) pagi. Beberapa bangunan tampak rata dengan tanah, sementara puing-puing berserakan di jalanan sempit yang kini dipenuhi kendaraan evakuasi. Foto: JAM STA ROSA / AFPWarga kini memilih bertahan di tenda-tenda darurat yang didirikan di lapangan terbuka. Mereka khawatir akan adanya gempa susulan yang masih mungkin terjadi. Foto: JAM STA ROSA / AFPBadan seismologi Filipina (Phivolcs) melaporkan gempa pertama berkekuatan 7,4 magnitudo terjadi di lepas pantai Davao Oriental sekitar pukul 16.00 waktu setempat, diikuti oleh gempa susulan berkekuatan 6,7 magnitudo yang mengguncang Kota Mati beberapa jam kemudian. Foto: JAM STA ROSA / AFP
Gempa bumi besar mengguncang wilayah selatan Filipina pada Kamis (10/10), menewaskan setidaknya 8 orang dan memicu peringatan tsunami di sejumlah provinsi pesisir. Getaran kuat yang terjadi dalam selang beberapa jam itu menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah warga, merusak fasilitas umum, dan memicu kepanikan massal di Pulau Mindanao.
Di Manay, Provinsi Davao Oriental, puluhan warga terlihat memeriksa rumah mereka yang hancur pada Jumat (11/10) pagi. Beberapa bangunan tampak rata dengan tanah, sementara puing-puing berserakan di jalanan sempit yang kini dipenuhi kendaraan evakuasi.
Warga kini memilih bertahan di tenda-tenda darurat yang didirikan di lapangan terbuka. Mereka khawatir akan adanya gempa susulan yang masih mungkin terjadi.
Presiden Filipina menginstruksikan seluruh lembaga tanggap darurat untuk mempercepat proses evakuasi dan pendistribusian bantuan.
"Prioritas kami adalah menyelamatkan nyawa dan memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi," ujar juru bicara pemerintah dalam konferensi pers di Manila.
Warga menaiki kendaraan di tengah peringatan tsunami setelah gempa susulan berkekuatan 6,7 mengguncang Provinsi Davao Oriental, di Pulau Mindanao, Filipina selatan, pada sore hari tanggal 10 Oktober 2025. Foto: Mark NAVALES / AFP
Tidak ada komentar:
Posting Komentar