Taufiq Supriadi, Ketua RT 8/RW 4 Malaka Jaya, Jakarta Timur, diundang tampil di stasiun TV pemerintah China, CCTV. Foto: Dok. Istimewa
Taufiq Supriadi, Ketua RT 8/RW 4 Malaka Jaya, Jakarta Timur, tampil di stasiun TV pemerintah China, CCTV, di Beijing. Usai tampil, Taufiq diterima Duta Besar Indonesia untuk China, Djauhari Oratmangun, di Wisma Duta.
Dalam pertemuan di Beijing, Taufiq memberikan buku tulisannya berjudul "Suara-suara dari Pos Ronda". Buku itu merupakan laporan simbolik atas kiprah RT 8 Malaka Jaya yang mengharumkan nama Indonesia di China.
RT 8/RW 4 Malaka Jaya mendapat kehormatan untuk kedua kalinya diundang resmi oleh pemerintah China -- terpilih dari 30.511 RT di Jakarta, bahkan jutaan RT di Indonesia. Sebelumnya, Taufiq pernah diundang hadir di Guangzhou.
RT 8 Malaka Jaya terkenal karena bisa mengubah saluran u-ditch menjadi kolam lele, komposter komunal, lampu tenaga surya, hingga 43 inisiatif hijau lain yang lahir dari semangat gotong royong. Menurutnya, upaya RT 8 Malaka Jaya bukan hanya membangun fisik, tapi juga menciptakan pengetahuan bersama.
Taufiq Supriadi, Ketua RT 8/RW 4 Malaka Jaya, Jakarta Timur, diundang tampil di stasiun TV pemerintah China, CCTV. Foto: Dok. Istimewa
Melalui website resmi RT 8, komunitas mengelola data dan menyebarkan informasi secara transparan kepada warga. Website itu kemudian jadi bagian penting dari pembangunan "Pusat Data Nasional Pencegah Krisis Planet" berbasis RT, agar data nyata dari akar rumput bisa jadi bahan pertimbangan dalam strategi bangsa menghadapi krisis pangan, iklim, dan pembangunan berkelanjutan.
Inovasi RT 8 pun meraih berbagai pengakuan, mulai dari rekor MURI, sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di Amerika Serikat, hingga undangan resmi dari Tiongkok. Ini menegaskan bahwa RT bukan sekadar lembaga administratif kecil, melainkan garda depan diplomasi rakyat Indonesia.
Taufiq Supriadi, Ketua RT 8/RW 4 Malaka Jaya, Jakarta Timur, diundang tampil di stasiun TV pemerintah China, CCTV. Foto: Dok. IstimewaTaufiq Supriadi, Ketua RT 8/RW 4 Malaka Jaya, Jakarta Timur, diundang tampil di stasiun TV pemerintah China, CCTV. Foto: Dok. IstimewaTaufiq Supriadi, Ketua RT 8/RW 4 Malaka Jaya, Jakarta Timur, diundang tampil di stasiun TV pemerintah China, CCTV. Foto: Dok. Istimewa
"Belum pernah terjadi undangan resmi pemerintah China kepada pimpinan masyarakat di tingkat Ketua RT. Dari lorong jalan Malaka Jaya, lahir gagasan yang kini bergema di Beijing. Ini menunjukkan bahwa kekuatan bangsa kita terletak pada rakyatnya. Diplomasi sejati adalah diplomasi manusia, dari rakyat, untuk rakyat, dan memberi inspirasi lintas bangsa," kata Djauhari dalam keterangannya, Jumat (3/10).
Djauhari juga menyebut prinsip "Coba dulu baru tahu hasilnya" yang dipegang RT 8 sebagai pesan universal, bahwa aksi lokal yang tulus dapat memberikan kontribusi global sekaligus mencerminkan semangat Indonesia Emas 2045.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar