Petugas menggunakan alat berat mengakut sampah di pusat pembuangan sampah besar (bulky waste) di Saringan Sampah TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (11/10). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta meluncurkan layanan untuk memudahkan warga membuang sampah berukuran besar atau bulky waste.
Warga Jakarta kini bisa mengajukan penjemputan sekaligus melacak proses pengangkutan secara daring, layaknya memantau pengiriman barang di marketplace.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan inovasi ini dirancang untuk membantu warga membuang barang-barang besar yang sudah tidak terpakai. Barang yang dapat diangkut antara lain kasur, sofa, meja, lemari, dan perabot rumah tangga lainnya.
"Layanan ini hadir untuk mencegah pembuangan sembarangan bulky waste yang berpotensi mencemari lingkungan, menyumbat saluran air, dan menumpuk di sungai," ujar Asep dalam keterangannya yang diterima kumparan, Sabtu (11/10).
Asep menyebut, layanan ini dapat digunakan oleh masyarakat tanpa mengeluarkan biaya sepeser pun.
"Semua layanan bebas biaya," tuturnya.
Bagi warga yang ingin membuang furtinur dan sampah besar dari rumahnya, ini tata cara yang dapat dilakukan untuk menggunakan layanan tersebut:
3. Mengisi formulir dan data diri, permohonan kemudian akan diverifikasi oleh petugas DLH.
4. Jika disetujui, petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Kota/Kabupaten Administrasi atau Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup (Satpel LH) Kecamatan akan menjemput sampah langsung ke lokasi.
Selain penjemputan, warga juga dapat mengantar sampah besar ke titik pengumpulan yang sudah disediakan. Melalui fitur 'Lacak' di tautan lingkunganhidup.jakarta.go.id/bulky/lacak, warga bisa memantau status penjemputan secara real-time mulai dari proses validasi hingga penyelesaian pengangkutan.
Menurut Asep, hal ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sampah. Ia berharap layanan tersebut dapat mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan kota.
"Kami ingin memastikan sampah berukuran besar bisa ditangani secara cepat, transparan, dan ramah lingkungan," kata Asep.
"Dengan platform ini, warga didorong untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola sampah, demi terwujudnya Jakarta yang lebih hijau dan berkelanjutan," tutupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar