Direktur Operasi pencarian dan Pertolongan Basarnas RI selaku SMC, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo (kiri) dan Kapolres Sidoarjo, Kombes Pol. Christian Tobing (kanan) saat di posko asrama putri Ponpes Al-Khoziny, Sidoarjo, Jumat (3/10/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
Tim SAR gabungan mengevakuasi dua korban ambruk bangunan Ponpes Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jumat (3/10) pagi.
Direktur Operasi pencarian dan Pertolongan Basarnas RI selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengatakan dua korban itu ditemukan di area wudu bangunan yang ambruk tersebut.
"Jadi pagi ini hari Jumat tanggal 3 Oktober 2025. Tadi sekitar pukul 07.30 WIB kita berhasil mengekstraksi (mengevakuasi) lagi satu santri kita. Kemudian satu lagi berhasil kita ekstraksi juga pada pukul 07.36 WIB. Yang kedua-duanya kita ekstraksi dari tempat wudu ya, tempat wudu," kata Bramantyo di posko asrama putri Ponpes Al-Khoziny, Jumat (3/10).
"Jadi tertimpa sepertinya, tertimpa pecahan ini di tempat wudu. Jadi kita angkat kedua-duanya dari tempat wudu," tambahnya.
Ia menambahkan, dua korban yang ditemukan hari ini berjenis kelamin laki-laki. Namun, belum diketahui identitasnya.
"Dua-duanya laki. Santri dua-duanya," ucapnya.
Tim penyelamat mencari korban yang terjebak di bawah reruntuhan Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, Rabu (1/10/10/2025). Foto: Trisnadi/AP PHOTO
Sementara itu, Kapolres Sidoarjo, Kombes Pol. Christian Tobing, mengatakan kedua korban yang ditemukan ini dalam keadaan meninggal dunia. Usai ditemukan, keduanya langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses identifikasi.
"Iya, sudah meninggal. Tadi ke Rumah Sakit Bhayangkara," ujar Tobing.
Dengan demikian, total korban yang telah dievakuasi kondisi selamat sebanyak 103 korban dan 7 dalam keadaan meninggal dunia.
"Yang kemarin 5 plus 2 ya (korban meninggal dunia)," katanya.
Keluarga santri menunggu kabar korban reruntuhan Ponpes Al-Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, Rabu (1/10/10/2025). Foto: Achmad Ibrahim/AP Photo
Sebelumnya, BNPB mengatakan, hingga Kamis (2/10) petang, jumlah korban yang masih dicari sebanyak 58 orang.
Mulai Kamis pagi, proses pencarian menggunakan alat berat setelah tanda-tanda kehidupan dinyatakan tidak terlihat lagi. Pihak keluarga korban telah mendapat penjelasan terkait hal ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar