Wawan (54), pria yang membacok satu keluarga mantan istrinya, Miswati di Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan, ditemukan tewas. Foto: dok. Polres Pacitan
Seorang pria ditemukan tewas di parit hutan yang ditumbuhi semak-semak, Dusun Drono RT 01 RW 02, Desa Temon, Kecamatan Arjosari, Pacitan, Jawa Timur.
Mayat tersebut diketahui adalah Wawan (54), pria yang membacok satu keluarga mantan istrinya, Miswati, pada Sabtu (20/9) lalu.
Kasi Humas Polres Pacitan Aiptu Thomas Alim Suheny mengatakan, mayat Wawan ditemukan oleh warga pada Kamis (25/9).
"Penemuan mayat yang diduga sebagai pelaku tindak pidana pembunuhan berencana, penganiayaan berat, dan menggunakan senjata tajam," kata Thomas kepada kumparan, Jumat (26/9).
Thomas menjelaskan, penemuan bermula ketika warga Dusun Drono mencium bau bangkai menyengat dari arah hutan berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi Wawan menyerang keluarga mantan istrinya. Warga kemudian melakukan pencarian melalui jalan setapak.
Setelah berjalan sekitar 500 meter, bau semakin tajam. Warga menelusuri semak-semak hingga masuk ke parit dengan kedalaman sekitar 2 meter.
"Saksi Anto bersama 3 orang temannya melihat ada sesosok mayat laki-laki tergeletak di parit (aliran air sedalam 2 meter) yang ditutupi semak-semak dan dedaunan kering," ucapnya.
Lalu, warga mengamati mayat tersebut dan terlihat berjenis kelamin laki-laki, mengenakan baju kaus lengan pendek warna hitam, dan mengenakan celana pendek warna coklat.
Kemudian pada bagian lengan kirinya juga ditemukan beberapa luka sayat, terdapat banyak bercak darah kering di sepanjang aliran parit.
"Diduga mayat laki-laki tersebut adalah Arif Setiawan alias Wawan yang tidak lain pelaku tindak pidana pembunuhan berencana dan penganiayaan berat," ujarnya.
Setelah itu, jasad Wawan dievakuasi dan dibawa ke RSUD Dr. Darsono Pacitan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Belum diketahui secara pasti penyebab kematian Wawan. Pihak rumah sakit menyimpulkan Wawan diperkirakan tewas kurang lebih 2-3 hari yang lalu dan mengalami pembusukan.
"Seluruh badan sudah mengembang, dipenuhi belatung, warna kulit merah kebiru-biruan dan pembusukan pada wajah. Bekas tindik di telinga sebelah kiri. Gigi graham bawah tidak ada. Terdapat luka robek ukuran 8x6x2, 12x6x3, 7x3x2, 8x6x2 pada lengan bawah kiri yang mengakibatkan putusnya urat nadi pada lengan bawah sebelah kiri akibat sayatan benda tajam hal tersebut mengakibatkan meninggal dunia," terangnya.
Sebelumnya, Wawan menyerang keluarga mantan istrinya, Miswati, menggunakan senjata tajam berupa sabit. Ia membabi buta membacok para korban hingga mantan mertuanya, Timi, tewas di Desa Temon yang merupakan rumah korban. Anak kandung korban, Arga (10 tahun) juga tewas karena penyerangan itu.
Motif Wawan menyerang para korban diduga tak terima mantan istrinya hendak menikah lagi.
Berikut identitas korban penyerangan:
Korban Tewas
Timi, perempuan (50 tahun) warga Dusun Drono RT 01 RW 02, Desa Temon, Arjosari, Pacitan (mantan mertua).
Arga (10 tahun), luka bacok di kepala. Warga Dusun Drono RT 01 RW 02, Desa Temon, Arjosari, Pacitan (anak kandung pelaku).
Korban luka
Miskun (60 tahun), luka kepala belakang dan punggung. Warga Dusun Drono RT 01 RW 02, Desa Temon, Arjosari, Pacitan.
Miswati, perempuan (40 tahun), luka pergelangan tangan kiri. Warga Dusun Drono RT 01 RW 02, Desa Temon, Arjosari, Pacitan (mantan istri pelaku).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar