Staff melihat pesawat Lufthansa dan pesawat EasyJet usai mendarat, menandai pembukaan resmi Bandara Berlin-Brandenburg (BER) "Willy Brandt", di Schoenefeld dekat Berlin, Jerman, Sabtu (31/10). Foto: Fabrizio Bensch/REUTERS
Maskapai asal Jerman, Lufthansa, akan mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada ribuan karyawan pada Senin (29/9), bertepatan dengan gelaran Hari Pasar Modal pertama mereka dalam enam tahun terakhir.
Dua sumber yang dekat dengan isu ini menyebut langkah itu diambil untuk meyakinkan investor terhadap komitmen perusahaan dalam meningkatkan efisiensi.
Dikutip dari Reuters, saham maskapai penerbangan terbesar di Eropa berdasarkan penjualan ini naik 3,4 persen ke level tertinggi dalam lebih dari tiga minggu setelah Reuters melaporkan rencana PHK tersebut.
Selama dua tahun terakhir, Lufthansa kerap mendapat kritik dari analis dan investor. Mereka menilai perusahaan gagal memangkas biaya dan mengembangkan bisnis intinya setelah menunda target pencapaian margin laba operasi sebesar 8 persen pada tahun 2025.
Sebelumnya, pada 2024 grup ini telah menerima dua peringatan laba dan berjanji kepada para investor segera menerapkan program pemulihan yang ambisius.
Kepala Eksekutif Carsten Spohr menyebut bahwa perusahaan mengumumkan pemangkasan beberapa karyawan pada hari Jumat sebelumnya.
"Semua ini juga mengharuskan kami untuk lebih ramping dalam hal administrasi karena kami tidak mampu mempertahankan pekerjaan kami dengan biaya yang kami miliki saat ini, sebab kami tidak memiliki margin untuk berinvestasi," ujar Spohr kepada staf dalam sebuah acara balai kota, dikutip dari Reuters, Sabtu (27/9).
"Dan dalam industri kami, tanpa teknologi modern, Anda tidak memiliki peluang," ungkapnya.
Jumlah PHK Tidak Jelas
Sebuah pesawat Lufthansa menjalani penghilangan lapisan es sebelum lepas landas dari bandara Frankfurt, Jerman, 18 Januari 2024. Foto: REUTERS/Timm Reichert
Menurut dua sumber tersebut, Lufthansa berencana mengurangi hingga 20 persen staf administrasi dalam beberapa tahun ke depan. Namun, jumlah pasti PHK masih dalam pembahasan.
Sumber ketiga yang mengetahui pembicaraan tersebut menambahkan bahwa PHK akan memengaruhi seluruh grup, bukan hanya maskapai inti.
Meski perusahaan mengeklaim program pemulihan sedang berjalan, tantangan ketenagakerjaan masih berlanjut, dengan perselisihan mengenai pensiun yang diperkirakan akan membayangi Hari Pasar Modal di Munich serta potensi pemogokan pilot.
Pihak Lufthansa sendiri menolak berkomentar terkait hal ini.
Analis menilai pasar akan terus memberikan tekanan pada Lufthansa untuk menunjukkan bahwa pihaknya dapat membangun grup yang lebih efisien.
"Meskipun jumlah pesawatnya lebih sedikit dan aktivitas penerbangannya pun lebih sedikit dibandingkan tahun 2019, jumlah pegawai Lufthansa naik 7 persen," tulis Bernstein dalam sebuah catatan terkait Hari Pasar Modal maskapai tersebut.
Bertaruh pada Maskapai Baru
Sebagian besar harapan pemulihan maskapai bergantung pada kemampuannya memanfaatkan dua operasi baru di Jerman, Discover dan City Airlines. Kontrak kerja di anak usaha ini dinilai lebih fleksibel dan murah dibanding Lufthansa Classic, yang dianggap kaku dan mahal.
Dengan fleksibilitas tersebut, perusahaan bisa lebih leluasa memindahkan sumber daya dari unit yang kurang menguntungkan ke operasi yang lebih efisien. Meski begitu, para analis menilai meyakinkan investor masih akan menjadi tantangan besar.
"Lufthansa harus fokus pada apa yang ada di depannya daripada target jangka menengah," kata Ruairi Cullinane, analis di RBC.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar