Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono (tengah) bersama Sekretaris Jenderal Arwani Thomafi (kedua kiri), Ketua Majelis Kehormatan Zarkasih Nur (kedua kanan) dan Ketua Majelis Pertimbangan Romahurmuziy. Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar
Mardiono diklaim terpilih secara aklamasi menjadi Ketum PPP periode 2025-2030. Sempat ada ketegangan terjadi saat Muktamar X di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9).
Sebelumnya, ada tiga calon yang maju sebagai calon ketua umum PPP. Selain Mardiono, ada Mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Mantan Dubes Indonesia untuk Azerbaijan Husnan Bey Fananie.
Pada saat pembukaan, sempat terjadi ketegangan. Massa pendukung masing-masing calon saling teriak hingga menimbulkan kericuhan, bahkan berujung saling lempar kursi.
Meski sempat memanas, panitia menegaskan rangkaian muktamar tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sampai saat ini ada saling klaim Ketum terpilih. Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhammad Romahurmuziy, menyebut Agus Suparmantolahyang terpilih.
Sementara ada pihak lain yang menyebut Mardiono terpilih aklamasi.
"Iya, terpilih secara aklamasi," kata juru bicara PPP, Usman M. Tokan.
Di balik saling klaim ini, seperti apa profil Mardiono?
Mengutip situs Wantimpres, Mardiono lahir di Yogyakarta, 11 Juli 1957. Ia menempuh pendidikan di Yogyakarta (SD) dan Magelang (SMP, SMA).
Plt Ketum PPP, Mardiono, di Mukernas II PPP di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Jumat (13/12). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Pada 2002-2007, Mardiono menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Banten Bidang Industri dan Perdagangan. Kemudian pada 2007-2012 dan 2012-2017, Mardiono menjadi Ketua Dewan Pertimbangan KADIN Provinsi Banten.
Sebagai seorang pengusaha, Mardiono memiliki bisnis logistik bernama PT Buana Centra Swakarsa (BCS). Ia juga tercatat menjabat sebagai CEO dan pemilik perusahaan lain, yaitu di PT Cipta Niaga Internasional, PT Serang Asri Hotel, PT Bahari Cakara Sarana, PT Albantani Cipta Niaga, PT Walle Jasa Pratama, dan PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Muamalah Cilegon, Serang dan Tangerang.
Sementara sebagai politisi, Mardiono pernah didorong oleh partainya untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur Banten. Namun, dorongan itu ditolak oleh Mardiono.
Di LHKPN, Mardiono tercatat memiliki kekayaan sebesar Rp 1.276.379.450.733.
Saat ini Mardiono menjabat Utusan Khusus Presiden bidang Ketahanan Pangan. Sebelumnya ia anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) periode 2019-2024.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar