Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono bersiap mengikuti rapat yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/11/2024). Foto: Hafidz Mubarak A/Antara Foto
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadi bagian dari sederet Kementerian dan Lembaga yang bakal kecipratan anggaran Rp 164,4 triliun untuk swasembadapangan 2026.
Dalam Buku Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026, KKP ditugaskan pengelolaan perikanan tangkap dan perikanan budi daya dan penguatan daya saing produk kelautan dan perikanan. Target output strategisnya adalah bantuan benih dan calon induk ikan 137,6 juta ekor dan revitalisasi lahan garam seluas 1.000 hektare (ha).
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan dalam urusan ketahanan pangan kementerian yang dipimpinnya bertanggung jawab atas persoalan pemenuhan protein yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Trenggono kemudian membeberkan program-program yang akan dibidik oleh KKP untuk mendukung swasembada pangan 2026, salah satunya pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KMNP).
"2026 harapan kita, beberapa program tambak kita, dan revitalisasi atau pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih itu harus segera jalan," tutur Trenggono kepada kumparan, Minggu (22/8).
Trenggono menjelaskan KNMP nantinya akan menjadi basis produksi protein laut dengan kualitas unggulan. Hasil produksi protein laut dari kampung nelayan tersebut bisa untuk memenuhi kebutuhan nasional sekaligus ekspor.
Dalam buku Nota Keuangan Tahun Anggaran 2026, pemerintah akan membangun KNMP secara bertahap, dengan target 100 KNMP pada 2025 dan 250 KNMP pada 2026 dengan anggaran Rp 5,5 triliun.
Sementara proses pembangunan KMNP hingga kini sedang dalam pengkajian ratusan proposal lokasi pembangunan untuk memastikan ketepatan sasaran program. Lokasinya ada di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Utara, Aceh, dan Kepulauan Riau.
Selain itu, komoditas unggulan yang akan digenjot dalam program swasembada pangan ini adalah blue food. Trenggono menilai blue food telah menjadi alternatif pangan darat.
"Seperti kayak misalnya rumput laut kan juga diolah untuk pangan, lalu ikan-ikan perikanan, seperti kayak ikan yang di laut, terus kemudian budidaya yang di pesisir, budidaya yang di air tawar, itu yang kita kembangkan," jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar