Search This Blog

Polling kumparan: 89,4% Pembaca Enggan Nonton Film Merah Putih One For All

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Polling kumparan: 89,4% Pembaca Enggan Nonton Film Merah Putih One For All
Aug 23rd 2025, 14:01 by kumparanHITS

Poster film animasi Merah Putih. Foto: Dok. Istimewa
Poster film animasi Merah Putih. Foto: Dok. Istimewa

Sebanyak 10,6 persen atau 202 pembaca kumparan tetap tertarik menonton film Merah Putih One For All meskipun banyak dikritik oleh masyarakat, termasuk sesama produser dan sutradara. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 11-18 Agustus 2025.

Total ada 1.903 pembaca yang menjawab polling ini. Sedangkan, sebanyak 89,4 persen atau 1.703 pembaca tidak tertarik menonton film Merah Putih One For All.

Sebelumnya, film animasi Merah Putih One For All yang sudah mulai tayang pada 14 Agustus 2024 menjadi sorotan usai trailernya beredar di dunia maya. Namun, publik menilai kualitas visual filmnya masih banyak kekurangan.

Film ini diproduksi oleh Perfiki Kreasindo, rumah produksi yang berbasis di Jakarta dengan menggandeng sutradara Endiarto dan Bintang Takari. Sedangkan produsernya adalah Toto Soegriwo, didukung oleh produser eksekutif Sonny Pudjisasono.

Produser film animasi Merah Putih, Endiarto. Foto: Giovanni/kumparan
Produser film animasi Merah Putih, Endiarto. Foto: Giovanni/kumparan

Dana yang digunakan untuk membuat film ini disebut mencapai Rp 6,7 M dan mendapatkan dukungan dari pemerintah. Namun, hal ini dibantah oleh produser sekaligus sutradara, Endiarto.

"Saya sampaikan, bahwa kami ini gak ada biaya satu persen pun (dari pemerintah. Jadi kami ini sifatnya gotong royong mandiri, urunan," jelas Endiarto ketika dijumpai kumparan di kantornya di Jakarta Selatan, Senin (11/8).

"Urunan juga bukan berarti urunan duit. Tapi urunan tenaga, pikiran, dan waktu. Jadi (biaya Rp 6,7 M) bukan gak benar, itu gak nyata," imbuhnya.

Sutradara Hanung Bramantyo. Foto: Dok. GoodWork Indonesia
Sutradara Hanung Bramantyo. Foto: Dok. GoodWork Indonesia

Film ini juga mendapatkan kritik dari sutradara, Hanung Bramantyo. Baginya, anggaran yang digelontorkan untuk membuat film animasi itu masih jauh dari layak.

"FYI, standar film animasi yang bagus minimal Rp 30 miliar plus Rp 10 miliar promosi. Dan dikerjakan dalam waktu 5 tahun," terang Hanung dalam unggahannya.

Sayangnya, film Merah Putih One For All hanya mendapatkan rating IMDb sebesar 1 dari 10. Penilaian itu berasal dari sekitar 4.000 orang. Selain itu, hingga artikel ini ditayangkan, film Merah Putih One For All juga sudah tidak ditayangkan di bioskop mana pun.

Penulis: Muhammad Falah Nafis

Media files:
01k2bte9fgyw7085wmvdq8dhzx.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar