Search This Blog

Pegawai ASN BPS Bunuh dan Rampok Rekan Kerja: Uang Juga Dipakai Beli Tiket Ortu

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pegawai ASN BPS Bunuh dan Rampok Rekan Kerja: Uang Juga Dipakai Beli Tiket Ortu
Aug 10th 2025, 13:15 by kumparanNEWS

Warga Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, datangi lokasi rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap KLP alias Tiwi (30) tahun, pegawai Badan Pusat Statestik (BPS) di Desa Soagimalaha, Kota Maba, Jumat (8/8/2025). Foto: Dok. kumparan
Warga Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara, datangi lokasi rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap KLP alias Tiwi (30) tahun, pegawai Badan Pusat Statestik (BPS) di Desa Soagimalaha, Kota Maba, Jumat (8/8/2025). Foto: Dok. kumparan

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus pembunuhan pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) di Halmahera Timur, KLP alias Tiwi (30), yang dilakukan rekan kerjanya, Aditya Hanafi (27).

Kapolsek Maba Selatan, Ipda Habiem Ramadya, menyebut uang hasil kejahatan tidak digunakan untuk biaya pernikahan, melainkan membeli tiket pesawat orang tua pelaku.

"Tidak (untuk biaya pernikahan), uangnya hanya digunakan untuk membeli tiket pesawat orangtuanya dari Jakarta ke Ternate," jelas Habiem saat dikonfirmasi, Minggu (10/8).

Tak cuma itu, dalam pemeriksaan awal, polisi mengungkapkan Aditya juga menggasak uang Tiwi untuk judol.

"Uang hasil kejahatan itu digunakan pelaku untuk membayar utangnya, serta melakukan deposit untuk judi online," ucap Habiem.

Peristiwa ini bermula ketika pelaku berupaya meminjam uang kepada korban, tapi ditolak. Pelaku kemudian mengintai Tiwi dari kamar calon istrinya, yang juga teman korban.

Pada Sabtu 19 Juli 2025 pagi, Aditya membuntuti korban ke kamarnya. Ia memaksa korban membuka ponsel dan memberi tahu PIN aplikasi keuangan, lalu mentransfer Rp 38 juta ke akun GoPay miliknya. Tak berhenti di situ, pelaku mencairkan pinjaman online atas nama korban.

Total dana yang diambil mencapai Rp 89 juta. Setelah uang didapat, korban dibekap hingga tewas.

Usai membunuh korban, Aditya melarikan diri ke Ternate dan melangsungkan pernikahan. Ia ditangkap usai menikah.

Polisi telah memeriksa delapan orang saksi terkait kasus ini. Istri pelaku juga akan dimintai keterangan untuk mendalami peran dan pengetahuannya dalam perkara tersebut.

Media files:
01k273nn8rjsdz1qphmhr7j7f1.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular Posts