Presiden AS Donald Trump melakukan gestur setelah menandatangani undang-undang pengeluaran dan perpajakan yang komprehensif, yang dikenal sebagai One Big Beautiful Bill Act, di Gedung Putih di Washington, D.C., AS, pada 4 Juli 2025. Foto: Leah Millis/REUTERS
Pemerintah Kamboja menominasikan Presiden AS Donald Trump untuk meraih penghargaan Nobel Perdamaian. Kamboja menilai politikus Partai Republik itu memiliki andil besar dalam meredam konflik perbatasan dengan Thailand yang pecah pada akhir Juli lalu.
Mengutip Strait Times pada Sabtu (2/8), Wakil Perdana Menteri Sun Chanthol membenarkan rencana itu.
"Iya," katanya melalui pesan teks saat dikonfirmasi.
PM Malaysia Anwar Ibrahim didampingi PM Kamboja Hun Manet dan Plt PM Thailand Phumtham Wechayachai memberikan keterangan pers usai perundingan mediasi konflik perbatasan Thailand-Kamboja, di Putrajaya, Malaysia, Senin (28/7/2025). Foto: MOHD RASFAN/Pool via REUTERS
Chanthol berterima kasih kepada Trump karena telah membawa perdamaian. Menurutnya, Trump pantas dinominasikan untuk menerima Nobel Perdamaian karena"memajukan persahabatan antarbangsa".
Konflik perbatasan Thailand dan Kamboja telah berlangsung selama berdekade. Namun, konflik mencapai titik nadir ketika Thailand dan Kamboja saling tuduh siapa yang memulai baku tembak di perbatasan pada akhir Mei lalu.
PM Kamboja Hun Manet dan Plt PM Thailand Phumtham Wechayachai kemudian melakukan perundingan damai di Malaysia yang dimediasi PM Malaysia Anwar Ibrahim sebagai Ketua ASEAN 2025.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar