Gubernur NTT, Melki Laka Lena, bersama istri saat berkunjung ke rumah duka Prada Lucky Namo. Foto: Dok. Istimewa
Gubernur NTT Melki Laka Lena menemui orang tua Prada Lucky Namo di Mbay, Nagekeo, di Kota Kupang, Minggu (10/8). Melki menyampaikan duka atas meninggalnya Prada Lucky.
Lucky tewas akibat dianiaya oleh rekannya. Sejauh ini, empat orang sudah ditahan dalam kasus ini.
Melki langsung disambut orang tua Prada Lucky, Sersan Mayor Christian Namo dan Sepriana Paulina Mirpey.
Wakil Ketua Umum Golkar ini meminta TNI mengusut tuntas kasus ini. Melki menyebut, ortu Prada Lucky harus mendapat keadilan.
"Saya mendukung langkah dan sikap orang tua dari Prada Lucky yang mendorong upaya hukum," kata Melki.
Melki berjanji bersama pimpinan TNI AD di NTT, Bali, dan Jakarta, akan mengawal kasus ini. Ia meminta TNI berbenah agar tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan senior kepada junior.
"Kami menghargai niat orang tua Prada Lucky sehingga tidak ada kejadian lagi seperti yang dialami Prada Lucky," kata Melki.
"Saya berharap pola pembinaan dengan kekerasan seperti ini bisa diubah," tutur dia.
Suasana di rumah duka jelang penguburan Prada Lucky Namo. Foto: Istimewa
Prada Lucky Chepril Saputra Namo (23) prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di Batalyon Teritorial Pembangunan 834 Waka Nga Mere (Yon TP 834/WM) Nagekeo tewas lantaran disiksa puluhan seniornya.
Prada Lucky meninggal pada Rabu (6/8) siang. Dia sempat menjalani perawatan selama empat hari di RSUD Aeramo, Nagekeo.
Setelah dua hari disemayamkan di rumah duka, jenazah Prada Lucky dimakamkan pada Sabtu (9/8) dengan upacara kemiliteran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar