Foto yang dirilis oleh Angkatan Darat Kerajaan Thailand ini, tentara Thailand memeriksa daerah perbatasan saat dua ranjau darat anti-personil ditemukan pada hari Minggu (20/7/2025). Foto: Royal Thai Army via AP
Pertempuran antara Kamboja dan Thailand di perbatasan masuk hari ketiga pada Sabtu (26/7). Hari ini, pertikaian bersenjata pecah di Ban Chamrak dan distrik Muang sejak Sabtu pagi.
Keterangan Gugus Tugas Marinir Provinsi Trat, pasukan Kamboja mendekat ketiga lokasi di sekitar perbatasan pada pukul 05.10 pagi. Pasukan Thailand mengeklaim memukul mundur mereka pada 05.40 pagi.
Selain dua daerah tadi, Militer Thailand menyebut mereka mengerahkan pasukan bantuan berupa empat kapal patroli di sekitar perairan Chantburi.
Seorang tentara mengendarai kendaraan militer di Provinsi Buriram, setelah Thailand mengerahkan jet tempur F-16 untuk mengebom target di Kamboja setelah serangan artileri dari kedua belah pihak yang menewaskan warga sipil, Thailand, 25 Juli 2025. Foto: REUTERS/Athit Perawongmetha
Terpisah Gubernur Trat Natthaphong Sanguanjit mengatakan perintah evakuasi sudah dikeluarkan kepada warga di kawasan terdampak perang.
"Yang dievakuasi termasuk lansia, anak-anak dan pasien rumah sakit, mereka dibawa ke 10 tempat penampungan di zona aman," ucap Natthaphong seperti dikutip dari Bangkok Post.
Sampai sekarang belum ada keterangan dari Pemerintah Kamboja perihal pertempuran hari ketiga.
Perdana Menteri Kamboja yang ditunjuk Hun Manet (tengah) tiba untuk menghadiri pertemuan parlemen di gedung Majelis Nasional di Phnom Penh pada 22 Agustus 2023. Foto: Tang Chhin Sothy / AFP
Serangan hari ketiga tepat ketika PM Kamboja Hun Manet menyepakati usulan gencatan yang disampaikan oleh Malaysia yang berperan sebagai mediator.
Sedangkan Thailand menekankan secara prinsip mereka sepakat dengan usulan gencatan senjata, serta akan mempertimbangkan itu. Namun, Thailand menginginkan pemberlakuan gencatan harus sesuai dengan kondisi di lapangan.
"Sepanjang hari, pasukan Kamboja terus melanjutkan serangan tanpa pandang bulu. Tindakan Kamboja menunjukkan kurangnya iktikad baik dan terus membahayakan warga sipil," kata Kemlu Thailand.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar