Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin memberangkatkan kontingen Indonesia untuk mengikuti Bastille Day ke Prancis, Senin (6/7/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin, melepas kontingen Indonesia untuk mengikuti perayaan Bastille Day di Prancis. Upacara pelepasan dilakukan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (6/7).
"Saya, Panglima TNI, dan Kapolri, baru saja memberangkatkan kontingen Indonesia Patriot 2 ke Prancis dalam rangka mengikuti Hari Bastille tanggal 14 Juli sebagai kontingen kehormatan dalam rangka kebangkitan Revolusi Prancis," kata Sjafrie.
Sjafrie menjelaskan, kontingen Indonesia ini terdiri dari Akademi TNI, Akademi Kepolisian, serta kompi dari TNI AU, TNI AD, dan TNI AL. Total personel yang diberangkatkan jumlahnya sekitar 500 orang.
Sejumlah prajurit TNI mengikuti upacara pelepasan kontingen Indonesia untuk mengikuti Bastille Day ke Prancis, Senin (6/7/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Dia melanjutkan, keikutsertaan Indonesia dalam perayaan Bastille Day ini merupakan suatu kebanggaan. Pasalnya, tak semua negara bisa mengikutinya.
"Kontingen ini adalah satu-satunya kontingen dari negara sahabat yang diundang oleh Presiden Prancis melalui Presiden Indonesia yang nantinya akan hadir pada saat itu atas nama bangsa Indonesia," ucap dia.
"Ini adalah suatu kebanggaan, dan juga menunjukkan bahwa Tentara Nasional Indonesia Republik Indonesia mendapatkan tempat yang cukup terhormat di Internasional. Terutama di negara-negara yang sedang bangkit untuk memajukan perkembangan teknologinya," lanjutnya.
Sejumlah prajurit TNI mengikuti upacara pelepasan kontingen Indonesia untuk mengikuti Bastille Day ke Prancis, Senin (6/7/2025). Foto: Jonathan Devin/kumparan
Di sisi lain, Sjafrie mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto juga diagendakan akan mengikuti perayaan Bastille Day tersebut.
"Insyaallah," tuturnya.
Bastille Day merupakan hari untuk memperingati peristiwa Penyerbuan Bastille pada tahun 1789. Peristiwa ini menandai dimulainya Revolusi Prancis terhadap rezim monarki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar