Search This Blog

Ibu Hamil dengan Miom, Apakah Ada Risikonya?

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ibu Hamil dengan Miom, Apakah Ada Risikonya?
May 18th 2025, 12:00 by kumparanMOM

llustrasi ibu hamil dengan miom. Foto: Cocopelli/Shutterstock
llustrasi ibu hamil dengan miom. Foto: Cocopelli/Shutterstock

Melakukan berbagai pemeriksaan di trimester pertama kehamilan sangat penting dilakukan ibu hamil. Ya Moms, hal itu dilakukan untuk menghindari terjadinya gangguan kehamilan, seperti miom.

Miom atau fibroid rahim adalah tumor jinak yang tumbuh dari jaringan otot di dalam rahim. Ukurannya bervariasi, bisa sekecil kacang polong atau lebih besar dari jeruk bali.

Mengutip dari laman resmi WebMD, sekitar 40 sampai 60 persen wanita memiliki miom pada usia 35 tahun, dan sekitar 80 persen pada usia 50 tahun.

Di samping itu, dikutip dari Healthline, 10 sampai 30 persen wanita yang memiliki miom dapat mengalami komplikasi kehamilan. Meski tidak memiliki gejala yang khas, tetapi ada beberapa gejala umum yang bisa menjadi sinyal tumbuhnya miom pada ibu hamil seperti nyeri perut, sembelit, dan intensitas buang air kecil meningkat.

Lantas, bagaimana dampak tumbuhnya miom pada kehamilan?

Ilustrasi ibu hamil lakukan pemeriksaan USG. Foto: Kwangmoozaa/Shutter Stock
Ilustrasi ibu hamil lakukan pemeriksaan USG. Foto: Kwangmoozaa/Shutter Stock

Biasanya, miom berkembang sebelum kehamilan. Namun, masih mengutip Healthline, sekitar sepertiga kasus miom tumbuh pada trimester pertama. Hal itu terjadi karena adanya pengaruh hormon estrogen selama kehamilan.

Dampak Tumbuhnya Miom saat Kehamilan

Moms, apabila Anda hamil dengan miom, ada beberapa dampak yang bisa terjadi, yaitu:

1. Pertumbuhan janin terbatas

Ilustrasi janin 20 Minggu. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi janin 20 Minggu. Foto: Shutter Stock

Hamil dengan miom bisa membuat tumbuh kembang janin terbatas. Kondisi ini terjadi apabila ukuran miom membesar sehingga ruang di dalam dinding rahim berkurang.

2. Solusio plasenta

Ilustrasi solusio plasenta pada ibu hamil. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi solusio plasenta pada ibu hamil. Foto: Shutter Stock

Solusio plasenta bisa terjadi ketika apabila plasenta terlepas dari dinding rahim karena terhalang oleh miom. Akibatnya, janin dalam kandungan kekurangan oksigen dan nutrisi penting.

3. Posisi bayi sungsang

Ilustrasi ibu hamil dengan bayi sungsang Foto: Shutterstock
Ilustrasi ibu hamil dengan bayi sungsang Foto: Shutterstock

Tumbuhnya miom menyebabkan bentuk rongga rahim menjadi tidak normal. Kondisi ini menyebabkan janin tidak bisa menyesuaikan diri untuk mencari jalan ke vagina. Apabila hal itu terjadi, kemungkinan ibu hamil melakukan persalinan caesar lebih besar.

4. Kelahiran prematur

llustrasi ibu hamil mengalami kontraksi. Foto: Odua Images/Shutterstock
llustrasi ibu hamil mengalami kontraksi. Foto: Odua Images/Shutterstock

Salah satu gejala timbulnya miom dalam tubuh adalah nyeri. Jika gejala ini sering terjadi, maka akan menyebabkan kontraksi pada rahim, dan mendorong bayi untuk lahir lebih cepat.

5. Keguguran

Ilustrasi Keguguran. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi Keguguran. Foto: Shutter Stock

Tumbuhnya miom pada ibu hamil trimester pertama bisa meningkatkan risiko terjadinya keguguran. Sebab, miom besar akan mendorong embrio sehingga tidak dapat menempel ke dinding rahim.

Nah Moms, apabila ibu hamil memiliki miom, maka dianjurkan untuk melakukan istirahat yang cukup, konsumsi air putih yang cukup, dan melakukan konsultasi rutin ke dokter spesialis kandungan.

Media files:
01jtt8v1kr4j84a6fjy92j2wsk.jpg image/jpeg,
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar