Feb 17th 2024, 18:10, by Berita Terkini, Berita Terkini
Ilustrasi rencana keuangan untuk biaya kesehatan. Foto: Pexels/Leeloo The First
Meningkatkan kualitas kesehatan menjadi hal yang harus dilakukan setiap orang. Maka dari itu, setiap orang harus menjaga kesehatannya dengan makan bergizi, olahraga, hingga tidur yang cukup. Namun, yang tak kalah pentingnya adalah memiliki rencana keuangan untuk biaya kesehatan.
Sebab, sakit dapat datang kapan saja walaupun tak ada satupun orang yang ingin hal tersebut terjadi. Terlebih perencanaan keuangan dapat membuat seseorang memiliki rasa aman untuk keuangan dan juga kesehatan di masa depan.
Cara Pengelolaan Rencana Keuangan untuk Biaya Kesehatan dan Manfaatnya
Ilustrasi rencana keuangan untuk biaya kesehatan. Foto: Unsplash/Mufid Majnun
Dikutip dari buku Make It Happen, Now! Buku Pintar Rencana Keuangan untuk Wujudkan Mimpi, Prita Hapsari Ghozie (2021), instrumen yang dapat digunakan sebagai rencana keuangan untuk biaya kesehatan, yakni:
1. Membuat Dana Darurat Kesehatan
Musibah sakit dapat menimpa siapa saja dan biaya yang diperlukan bisa sangat besar. Maka dari itu, persiapkan dana darurat kesehatan berdasarkan jumlah anggota keluarga.
Misalnya, dengan jumlah anggota keluarga dikali Rp10.000.000. Jumlah tersebut ditabung atau deposito. Apabila jumlah tersebut sudah melebihi ideal, bisa digunakan ke hal lain, seperti reksa dana atau logam mulia.
2. Asuransi Kesehatan
Asuransi kesehatan berbeda dengan asuransi penyakit kritis. Umumnya, asuransi kesehatan akan memberikan penggantian sesuai tagihan rumah sakit. Jumlah pergantian tergantung kontrak kesehatan yang diambil, umumnya dengan acuan biaya kamar rawat inap.
Namun, yang perlu dipahami adalah kriteria yang diberikan cukup rumit. Sehingga wajib berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko terkena penyakit. Premi asuransi penyakit kritis cukup mahal. Sehingga wajib mematuhi batas kemampuan bayar premi.
Maka dari itu, alokasikan pos pengeluaran premi asuransi maksimal 5% dari penghasilan bulanan.
3. Membuat Pundi-Pundi Kesehatan
Pundi kesehatan berbeda dengan dana darurat. Sebab, pundi kesehatan lebih ditujukan untuk masa pensiun. Masa tersebut mungkin sudah tidak menerima fasilitas bantuan kesehatan dan juga simpanan untuk biaya hidup.
Selain itu, pundi kesehatan juga menjadi jaga-jaga di usia tua. Sebab, semakin tinggi usia risiko sakit semakin tinggi. Maka dari itu, penting untuk menjaga kesehatan dengan minum vitamin, rajin kontrol ke dokter, dan lainnya.
Demikianlah penjelasan tentang cara pengelolaan rencana keuangan dan manfaatnya. Sehingga dengan memiliki kuangan untuk kesehatan, dapat menjalani hidup dengan tenang, terutama di usia lanjut. (MZM)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar