Search This Blog

Butet Kartaredjasa: Saya Rasakan Keganjilan Pemilu, Aneh Dalam Demokrasi

kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Butet Kartaredjasa: Saya Rasakan Keganjilan Pemilu, Aneh Dalam Demokrasi
Feb 17th 2024, 18:18, by Annisa Thahira Madina, kumparanNEWS

Capres 03 Ganjar Pranowo bersama istri bertemu para seniman di rumah budayawan Butet Kartaredjasa di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (17/2).  Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Capres 03 Ganjar Pranowo bersama istri bertemu para seniman di rumah budayawan Butet Kartaredjasa di Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Sabtu (17/2). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Seniman Butet Kartaredjasa menilai banyak keganjilan yang dirasakannya dalam Pemilu 2024. Menurut sosok yang dekat dengan seni itu, keanehan pemilu kali ini pun terasa lain dari pemilu-pemilu sebelumnya.

Hal itu disampaikan Butet usai menemui capres 03 Ganjar Pranowo di Bantul, Yogyakarta, siang ini.

"Bukan ketidakikhlasan, keganjilan. Saya nyebutnya sesuatu yang dirasakan aneh di dalam praktik demokrasi karena pemilu-pemilu sebelumnya kami tidak merasakan atmosfer keganjilan itu," kata Butet, Sabtu (17/2).

"Dalam negeri ada keganjilan ada TPS, kok, jumlah pencoblosannya 500 ribu, seratus ribu, kalau seperti itu dianggap tidak ganjil, pertanyaannya siapakah yang masih waras jiwanya?" imbuh dia.

Butet optimistis Ganjar-Mahfud bisa menang apabila gugatan pemilu terhadap berbagai dugaan kecurangan dilakukan. Meski, ia mengakui hal ini bukan ranah para seniman.

Ia menerangkan para seniman akan menunjukkan perlawanan dengan cara masing-masing.

"Saya itu berpedoman pada hasil coblosan kita di luar negeri. Dua kali Pak SBY luar negeri menang, di dalam negeri menang. Dua kali Pak Jokowi di luar negeri menang, di dalam negeri menang, yang kali ini di luar negeri kita sudah melihat di medsos, kan, hasil coblosan kita di luar negeri menang, Ganjar menang," ujar dia.

"(Tapi) ini, kan, seperti ada kavling-kavling, ya, urusan-urusan yang yuridis, urusan penggugatan itu, kan, bukan tugas kesenimanan. Kesenimanan mengekspresikan dengan bahasa artistiknya masing-masing, yang penyair menulis puisi, menulis pantun cerpen, yang pelukis melukis, yang pemain teater mengartikulasikan keanehan itu di panggung teater. Sangat berlebihan kalau meminta seniman juga sampai ke Mahkamah Konstitusi," pungkas dia.

Media files:
01hpv4rh2t1mtyswav9h28wv2r.jpg (image/jpeg)
You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar